SUMATERA UTARA — Hyundai Ioniq 6 resmi dihentikan untuk pasar Amerika Serikat pada model year 2026 karena permintaan rendah, tapi stok bekasnya masih melimpah di kisaran 21.000 dolar AS. Efisiensi sekitar 4,2 mil per kilowatt dan jangkauan EPA hingga 361 mil membuat sedan listrik ini unggul dari Ioniq 5 maupun seluruh model Tesla. Ulasan pemilik setelah 30 bulan pemakaian memberi gambaran apakah mobil yang dipensiunkan ini masih masuk akal dibeli.
Keputusan Hyundai menghentikan Ioniq 6 di pasar Amerika Serikat tertuang dalam pernyataan resmi pabrikan yang menyebut lemahnya permintaan sebagai alasan utama. Bentuk sedan ramping yang membuatnya sangat efisien justru dianggap kurang diminati konsumen Negeri Paman Sam yang lebih memilih SUV.
Meski statusnya sudah dihentikan, Ioniq 6 bukan produk gagal secara teknis. Angka efisiensi dan jangkauannya berbicara lain.
Dengan konsumsi sekitar 4,2 mil per kilowatt-jam, Ioniq 6 tercatat sebagai salah satu EV paling efisien yang pernah diproduksi. Jangkauan versi EPA menyentuh 361 mil untuk varian tertentu.
Capai itu mengalahkan Ioniq 5 yang lebih populer, sekaligus melampaui semua mobil listrik Tesla. Faktor aerodinamika bodi sedan menjadi kunci utamanya.
Di pasar bekas Amerika Serikat, Ioniq 6 dijual mulai sekitar 21.000 dolar AS. Banyak unit yang tersedia merupakan trim SEL dengan roda 18 inci, kombinasi yang justru menghasilkan jangkauan EPA tertinggi.
Angka tersebut menempatkan Ioniq 6 sebagai salah satu EV bekas dengan rasio harga terhadap jangkauan paling menarik di kelasnya.
Seorang pemilik yang mengulas pengalamannya setelah 30 bulan menyebut tidak ada masalah berarti. Pintu pengisian daya sempat gagal membuka dan menutup, tetapi kembali normal dengan sendirinya.
Selama dua setengah tahun, tidak ada ban yang diganti, tidak ada persoalan ICCU, dan baterai 12 volt masih bawaan pabrik. Catatan penting: mobil itu baru menempuh 8.800 mil sepanjang masa pakainya.
Baterai 12 volt yang masih orisinal setelah melewati dua musim dingin di wilayah timur laut AS tergolong mengesankan. Manajemen baterai 12 volt memang menjadi titik lemah pada EV Hyundai generasi awal.
Komponen ICCU yang mengatur sistem pengisian daya sempat mencatat sejumlah kegagalan berprofil tinggi. Hyundai merespons dengan memperpanjang garansi komponen tersebut menjadi 15 tahun atau 180.000 mil.
Pemilik dalam ulasan itu mengaku tidak terlalu mengkhawatirkan isu ICCU karena masa pakai mobilnya tidak akan mencapai batas garansi tersebut.
Kelemahan paling terasa justru ada di sisi perangkat lunak. Ioniq 6 memakai software yang kini tertinggal dua generasi, tanpa fitur pemanasan baterai manual, dengan set fitur yang relatif sederhana.
Sistem perencanaan rute juga terlalu condong ke Tesla Supercharger. Padahal arsitektur 800 volt Ioniq 6 justru lebih cepat terisi di charger Electrify America atau EVGo.
Di Supercharger 400 volt, tegangan harus dinaikkan sehingga laju pengisian terbatas di bawah 100 kW. Di charger 800 atau 1.000 volt, mobil bisa menarik lebih dari 200 kW dan mengisi 10-80 persen dalam 18 menit, setara 253 mil jangkauan EPA.
Ioniq 6 bekas masuk akal bagi pembeli yang siap merencanakan rute perjalanan sendiri dan rela menukar ruang kargo SUV demi jangkauan perjalanan jauh. Di tengah pasar yang makin meninggalkan sedan, Ioniq 6 juga menawarkan karakter yang sulit dicari padanannya.