MEDAN — Edukasi menyasar tiga titik dengan jadwal berurutan. Titik pertama digelar pukul 08.00 WIB di Jalan Flamboyan Raya, menyasar Komunitas R2 Honda PCX.
Di lokasi itu, personel menekankan pentingnya tertib berlalu lintas sekaligus mengajak komunitas sepeda motor tampil sebagai pelopor keselamatan di jalan raya.
Kegiatan berlanjut pukul 10.00 WIB di Jalan Jamin Ginting, Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit. Polda Sumut menggandeng Dinas Perhubungan Kabupaten Deli Serdang dan PT Indako Honda di titik ini.
Selain memberikan imbauan keselamatan, petugas memasang spanduk edukasi dan membagikan brosur Operasi Patuh Toba 2026. Helm juga diserahkan kepada pengguna jalan yang melintas.
Pada pukul 14.00 WIB, edukasi berlangsung di kawasan Simpang Indogrosir, Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas. Pengendara diingatkan mengutamakan keselamatan daripada kecepatan.
Personel juga meminta pengendara melengkapi surat-surat kendaraan dan identitas diri, serta mematuhi aturan lalu lintas.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Ferry Walintukan menyebut Binluh sebagai bagian penting Operasi Patuh Toba 2026. Pendekatan yang dipakai tidak hanya penindakan, tetapi juga edukasi dan humanis.
"Operasi Patuh Toba 2026 bukan semata-mata tentang penegakan hukum, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran masyarakat agar semakin disiplin dan bertanggung jawab saat berkendara. Kami ingin keselamatan menjadi kebutuhan dan budaya bersama, bukan hanya karena adanya petugas di jalan," ujar Ferry di Mapolda Sumut, Jumat (30/10/2026).
Ferry mengapresiasi dukungan komunitas pengendara dan sinergi berbagai pihak dalam menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas.
"Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan, menggunakan perlengkapan keselamatan, memastikan kelengkapan kendaraan, serta mengutamakan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas karena setiap perjalanan harus berakhir dengan selamat," tambahnya.
Polda Sumut berharap Binluh yang digelar langsung di tengah masyarakat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pengguna jalan. Dampak yang dibidik: angka pelanggaran tertekan dan risiko kecelakaan berkurang.
Yang lebih jauh, kegiatan ini diarahkan pada terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Sumatera Utara.