Pencarian

Harga Perak Antam Anjlok Rp 2.000 Jadi Rp 33.650 per Gram

Sabtu, 31 Oktober 2026 • 11:35:01 WIB
Harga Perak Antam Anjlok Rp 2.000 Jadi Rp 33.650 per Gram
Harga perak Antam turun Rp 2.000 menjadi Rp 33.650 per gram pada perdagangan Sabtu (31/10/2026).

SUMATERA UTARA — Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) merosot Rp 2.000 menjadi Rp 33.650 per gram pada perdagangan Sabtu (31/10/2026), seiring anjloknya harga perak dunia di bawah US$ 50 per ons. Koreksi terjadi saat pasar logam mulia tertekan ekspektasi suku bunga tinggi berkepanjangan di Amerika Serikat. Penurunan ini memperpanjang tekanan bagi investor yang menaruh dana di logam mulia.

Harga perak Antam terpangkas Rp 2.000 menjadi Rp 33.650 per gram pada Sabtu (31/10/2026). Pada perdagangan sebelumnya, logam mulia itu masih dibanderol Rp 35.650 per gram. Mengutip laman logammulia.com, Antam menawarkan perak batangan ukuran 250 gram dan 500 gram.

Harga perak ukuran 250 gram ditetapkan Rp 8.812.500, sedangkan batangan 500 gram dibanderol Rp 16.825.000. Namun, stok kedua ukuran tersebut habis di laman resmi Antam.

Harga Perak Dunia Anjlok 6,22 Persen

Tekanan datang dari pasar global. Mengutip tradingeconomics.com, harga perak dunia merosot 6,22 persen menjadi US$ 48,90 per ons. Harga perak anjlok ke bawah US$ 50 per ons untuk pertama kalinya sejak November 2025.

Pemicunya adalah kenaikan biaya energi dan kekhawatiran inflasi yang belum mereda. Kondisi itu memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama.

Bank-bank sentral utama, termasuk Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa, memilih menahan suku bunga minggu ini. Meski begitu, mereka memperingatkan perjuangan melawan inflasi belum usai dan menyoroti tekanan harga baru akibat lonjakan biaya energi.

Data AS yang dirilis Kamis menunjukkan inflasi September mengalami percepatan, dengan pertumbuhan harga inti ikut meningkat. Data itu memperkuat dugaan kenaikan suku bunga The Fed pada Desember.

Tekanan dari Saham Teknologi hingga Minyak

Logam mulia juga tertekan aksi jual besar-besaran pada saham teknologi. Kekhawatiran soal peningkatan pengeluaran terkait kecerdasan buatan (AI) memicu likuidasi paksa dan margin call di berbagai pasar.

Di saat yang sama, harga minyak naik di tengah kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah. Harga energi yang lebih tinggi menambah kekhawatiran inflasi dan membuat aset tanpa imbal hasil seperti perak kian kurang menarik.

Wakil presiden sekaligus pakar strategi logam senior di Zaner Metals, Peter Grant, menilai sikap bank sentral menjadi penekan utama. "Kekhawatiran yang terus berlanjut mengenai inflasi membuat sejumlah bank sentral tetap mempertahankan sikap hawkish," ujarnya.

Ia menambahkan, sinyal kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama masih berlanjut. "Hal ini menekan harga logam mulia," ujar dia.

Emas Ikut Terpuruk, Analis Sebut Berlebihan

Harga emas dunia jatuh ke level terendah dalam satu tahun pada Jumat (30/10/2026). Mengutip CNBC, harga emas di pasar spot turun 2,7 persen menjadi US$ 3.910,53 per ons, level terendah sejak Oktober 2025.

Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 2,8 persen menjadi US$ 3.919,60 per ons. Sepanjang Oktober, harga logam mulia ini turun 5,9 persen dan mencatat penurunan bulanan dua bulan berturut-turut.

Harga perak di pasar spot turun 5,8 persen menjadi US$ 49,34 per ons, level terendah sejak November 2025. Analis di Commerzbank menilai penurunan harga logam mulia kali ini berlebihan dan tetap memperkirakan akan terjadi pemulihan.

Permintaan emas fisik di pasar utama Asia juga lemah. Pembeli di India menunda pembelian karena menanti penurunan harga lebih lanjut.

Bagi investor ritel Indonesia, koreksi perak Antam membuka peluang masuk di harga lebih murah. Namun, stok yang habis di ukuran besar menandakan pasokan terbatas di tengah permintaan yang belum pulih.

Follow kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks