Pencarian

Insentif PPN Mobil Listrik Disetop, Kia Prediksi Pasar BEV 2027 Stagnan

Jumat, 30 Oktober 2026 • 14:03:31 WIB
Insentif PPN Mobil Listrik Disetop, Kia Prediksi Pasar BEV 2027 Stagnan
Kia memproyeksi pasar mobil listrik berbasis baterai di Indonesia stagnan pada 2027 setelah insentif PPN disetop sejak 31 Desember 2025.

SUMATERA UTARA — Kia Sales Indonesia memproyeksi pasar mobil listrik berbasis baterai di Indonesia stagnan pada 2027 setelah pemerintah menghentikan insentif PPN sejak 31 Desember 2025. Tanpa subsidi, harga jual BEV berisiko melambung dan menahan laju adopsi konsumen. Kia menyiapkan diversifikasi produk ke hybrid dan plug-in hybrid sebagai antisipasi.

Penghentian insentif Pajak Pertambahan Nilai bagi kendaraan listrik berbasis baterai berlaku untuk dua jalur impor sekaligus. Untuk unit completely built up (CBU), pemerintah mencabut bea masuk nol persen yang seharusnya 50 persen dan PPnBM nol persen yang seharusnya 15 persen. Adapun untuk unit completely knock down (CKD), insentif PPN Ditanggung Pemerintah sebesar 10 persen tidak dilanjutkan bagi pabrikan yang sudah memenuhi TKDN 40 persen.

Sejumlah skema insentif baru untuk kendaraan listrik sudah diwacanakan pemerintah pada tahun ini, tetapi belum satu pun terealisasi. Ketiadaan payung fiskal itu menjadi dasar proyeksi suram Kia Sales Indonesia (KSI) terhadap pasar BEV tahun depan.

Insentif Disetop, Harga BEV Berisiko Naik

VP Operation KSI Harry Yanto menilai skema insentif dan subsidi pemerintah memegang peranan kunci dalam mendorong pertumbuhan industri sekaligus daya beli masyarakat terhadap kendaraan listrik murni. Tanpa perhatian pemerintah soal subsidi, harga BEV dipastikan lebih mahal.

"Karena tanpa ada perhatian dari pemerintah mengenai subsidi ini, harganya kan pasti akan lebih mahal dan kembali lagi industri akan berbeda lagi," kata Harry saat ditemui usai peresmian dealer Kia Puri, Jakarta, Rabu (28/10).

Menurut Harry, kenaikan harga jual di pasar berisiko menahan laju adopsi kendaraan ramah lingkungan oleh konsumen luas. Proyeksi itu merujuk pada kondisi pasar sepanjang tahun ini yang bergerak tanpa tambahan stimulus fiskal.

Pasar 2027 Diprediksi Jalan di Tempat

Harry memperkirakan volume pasar BEV pada 2027 tidak akan jauh berbeda dari tahun ini. Pertumbuhan tetap mungkin terjadi, tetapi skalanya kecil selama pemerintah belum kembali mengucurkan insentif.

"EV sekarang saat ini memang sudah semakin banyak berkembang, ya. Saya lihat seperti itu. Dan pemerintah sendiri juga sepertinya sedang men-stop untuk mensubsidi yang namanya PPN. Jadi mungkin market-nya masih akan tetap seperti itu," ujar Harry.

"Walaupun ada growth-nya juga enggak terlalu banyak kecuali pemerintah kembali lagi memberikan insentif," ucap dia lagi.

Kia Siapkan Hybrid hingga Plug-in Hybrid

Merespons dinamika kebijakan insentif serta arah pergeseran tren pasar, KSI mulai merancang diversifikasi produk. Perusahaan tidak hanya berfokus pada pengembangan lini BEV, melainkan juga membuka peluang memboyong teknologi elektrifikasi lain seperti hybrid (HEV) hingga plug-in hybrid (PHEV).

Langkah tersebut sejalan dengan wacana Kementerian Perindustrian yang sempat mengusulkan skema insentif untuk kendaraan berteknologi hybrid, plug-in hybrid, dan range extended electric vehicle (REEV). Usulan itu ditujukan untuk menekan emisi sekaligus menyajikan opsi kendaraan hemat bahan bakar yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

"Kita sedang meracik beberapa produk yang ke depannya tentunya akan sesuai dengan kebutuhan dari customer. Tidak hanya mobil EV, tapi juga ada mobil HEV, ya, hybrid ataupun juga ada kemungkinan kita masukkan yang plug-in hybrid," tutur Harry.

Dampak bagi Calon Pembeli

Bagi konsumen yang menunda pembelian BEV dengan harapan insentif baru segera terbit, sinyal dari Kia cukup jelas: jangan berpegang pada asumsi harga lama. Selama payung fiskal belum turun, banderol BEV berpotensi bergerak naik mengikuti beban pajak yang kembali berlaku.

Opsi hybrid dan plug-in hybrid yang disiapkan Kia bakal menjadi alternatif bagi pembeli yang tetap ingin kendaraan berelektrifikasi tanpa bergantung pada subsidi BEV. Namun realisasinya masih menunggu kepastian skema insentif dari Kementerian Perindustrian.

Follow kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks