MEDAN — Bidlabfor Polda Sumut menilai penanganan TKP selama ini kerap terhambat ego sektoral antar fungsi. Si FORTE dirancang menyatukan persepsi dan pola kerja para pengemban fungsi forensik, khususnya di lingkungan Polda Sumatera Utara.
Inovasi digagas AKBP Hendri Dermawan Ginting, M.Si., selaku Kasubbid Kimbio Bidlabfor Polda Sumut. Gagasan dituangkan sebagai proyek perubahan dalam PKN Tingkat II Angkatan XXVI Tahun 2026 di Pusdikmin Polri.
Grup WhatsApp Jadi Kanal Koordinasi Cepat
Salah satu langkah penerapan Si FORTE adalah membentuk WhatsApp Group sebagai sarana koordinasi saat terjadi peristiwa yang membutuhkan penanganan forensik. Lewat wadah itu, personel dari berbagai fungsi bisa lebih cepat bertukar informasi.
Mereka juga dapat mengidentifikasi kebutuhan pemeriksaan serta menentukan jenis barang bukti yang perlu dicari dan dianalisis sesuai kompetensi masing-masing.
"Melalui Si FORTE, kami ingin membangun sinergi yang lebih kuat di antara para pengemban fungsi forensik. Penanganan TKP membutuhkan koordinasi dan kesamaan persepsi agar setiap tahapan pemeriksaan dapat berjalan secara efektif dan saling mendukung, sebagai pemeriksaan bebasis scientific crime investigation (SCI)," ujar AKBP Hendri Dermawan Ginting, Jumat (30/10/2026).
Pencarian Barang Bukti Ditargetkan Lebih Terarah
AKBP Hendri menyebut koordinasi antarpetugas diharapkan berjalan lebih cepat dan terarah ketika terjadi suatu peristiwa. Pencarian serta analisis barang bukti pun bisa dioptimalkan karena setiap fungsi memahami peran dan kebutuhan pemeriksaan yang harus dilakukan.
"Harapannya, ketika terjadi suatu peristiwa, koordinasi antarpetugas dapat dilakukan lebih cepat dan terarah. Dengan demikian, pencarian serta analisis barang bukti dapat dioptimalkan karena setiap fungsi memahami peran dan kebutuhan pemeriksaan yang harus dilakukan," lanjut AKBP Hendri.
Bidlabfor Polda Sumut berharap penanganan TKP ke depan berlangsung lebih terintegrasi, sistematis, dan efisien. Sinergi lintas fungsi dinilai mampu mengoptimalkan pemanfaatan ilmu forensik untuk mendukung proses penyelidikan dan penyidikan.
Si FORTE menjadi bagian dari upaya mendorong budaya kerja kolaboratif di lingkungan Polri. Pendekatannya mengedepankan koordinasi, profesionalisme, serta pemeriksaan barang bukti yang ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan.