Apple dilaporkan bakal menghapus varian termurah MacBook Neo seharga $599 akibat lonjakan biaya produksi dan menipisnya stok komponen chipset. Langkah drastis ini menyusul keputusan raksasa teknologi tersebut untuk menambah volume produksi hingga 10 juta unit. CEO Apple Tim Cook mengakui antusiasme pasar terhadap laptop bertenaga chip A18 Pro ini jauh melampaui prediksi awal perusahaan.
Dilema Sukses MacBook Neo
MacBook Neo yang meluncur Maret lalu sukses mengguncang pasar laptop global. CEO Apple, Tim Cook, mengakui antusiasme konsumen melampaui prediksi awal hingga memaksa perusahaan memutar otak. Awalnya, perangkat ini menggunakan chip A18 Pro versi "binned", yakni sisa produksi iPhone 16 Pro dengan satu inti grafis cacat.
Lantaran permintaan melonjak, Apple kini menambah target produksi menjadi 10 juta unit. Masalah muncul karena stok chip "sisa" tersebut telah ludes terjual. Kini, Apple harus memproduksi batch baru chip A18 Pro dari nol yang memakan biaya manufaktur jauh lebih besar.
Tekanan Harga Komponen Global
Beban finansial Apple makin berat akibat kenaikan harga RAM dan SSD di pasar global. Varian dasar 256GB seharga $599 kini dianggap tidak lagi menguntungkan bagi margin perusahaan. Situasi kian pelik karena pelajar sering memborong varian ini dengan harga diskon edukasi yang hanya menyentuh $499.
Menghapus varian termurah bukan strategi baru bagi Apple dalam menjaga profitabilitas. Sebelumnya, mereka melakukan langkah serupa pada Mac Mini dengan menggeser titik harga terendah ke level lebih tinggi. Jika prediksi ini akurat, model 512GB akan segera menjadi standar baru untuk varian paling terjangkau.
Konsistensi Performa dan Warna Baru
Meski memproduksi chip baru, Apple tetap akan menonaktifkan satu inti GPU demi menjaga konsistensi produk. Langkah ini memastikan MacBook Neo batch terbaru tetap mengusung spesifikasi CPU 6-core dan GPU 5-core. Apple ingin menghindari ketimpangan performa antar batch produksi yang bisa membingungkan konsumen.
Sebagai kompensasi atas potensi kenaikan harga ini, muncul rumor bahwa Apple akan memperkenalkan pilihan warna baru. Penyegaran visual ini diharapkan mampu menjaga daya tarik lini MacBook Neo di mata pengguna. Langkah tersebut menjadi strategi lazim Apple untuk mempertahankan minat meski konsumen harus merogoh kocek lebih dalam.
Momen Terakhir Harga Terendah
Saat ini, MacBook Neo 256GB masih tersedia di pasaran dengan harga $599. Namun, jika varian ini dihapus, model 512GB dengan fitur Touch ID seharga $699 akan menjadi opsi termurah. Bagi konsumen yang mengincar harga terendah, momen ini mungkin menjadi kesempatan terakhir sebelum Apple melakukan penyesuaian harga pada stok produksi terbaru mereka.