Pencarian

Kia Picanto Terancam Disuntik Mati Tahun 2030 Akibat Regulasi Ketat Emisi Inggris

Kamis, 14 Mei 2026 • 15:45:07 WIB
Kia Picanto Terancam Disuntik Mati Tahun 2030 Akibat Regulasi Ketat Emisi Inggris
Kia Picanto terancam dihentikan produksinya di Inggris pada 2030 akibat regulasi emisi ketat.

SUMATERA UTARA — Lanskap otomotif di Inggris tengah mengalami pergeseran radikal yang memaksa para produsen mobil menghitung ulang strategi produk mereka. Kia, salah satu pemain besar di segmen mobil kecil, kini mulai menyuarakan kekhawatiran nyata terhadap masa depan Picanto. Mobil yang selama ini menjadi pilihan ekonomis bagi banyak pengemudi pemula tersebut terancam hilang dari daftar lini produk Kia sebelum dekade ini berakhir.

Dilema Mobil Kecil di Tengah Gempuran Elektrifikasi

Masalah utama yang dihadapi Kia Picanto bukan terletak pada performa penjualan, melainkan pada jantung mekanisnya. Saat ini, Picanto mengandalkan mesin bensin murni berkapasitas 1.000 cc tanpa bantuan motor listrik sedikitpun. Di bawah pedoman ZEV Mandate yang berlaku di Inggris, mulai tahun 2030, semua kendaraan pembakaran internal (ICE) yang dijual harus memiliki setidaknya teknologi hibrida. Lima tahun setelahnya, yakni pada 2035, seluruh mobil baru wajib sepenuhnya bertenaga listrik.

Paul Philpott, CEO Kia UK, menjelaskan bahwa menambah teknologi hibrida ke platform mobil sekecil Picanto bukanlah perkara mudah maupun murah. "Kami tidak bisa menjual Picanto sebagai mobil bensin setelah akhir 2029," ujar Philpott. Ia menambahkan bahwa Kia harus memilih antara menggantinya dengan model lain yang terelektrifikasi atau menyerah sepenuhnya pada segmen mobil kecil, sebagaimana yang telah dilakukan oleh banyak produsen otomotif lainnya.

Target ZEV Mandate yang Semakin Mencekik

Regulasi ini tidak hanya mengatur jenis mesin, tetapi juga menetapkan kuota penjualan kendaraan listrik (EV) yang sangat ketat bagi setiap pabrikan. Pada tahun 2026, sebanyak 33% dari total penjualan mobil baru sebuah merek harus berupa kendaraan listrik murni. Angka ini akan melonjak drastis menjadi 38% pada 2027, hingga mencapai target ambisius 80% pada tahun 2030.

Kondisi ini menciptakan tekanan besar bagi Kia. Penjualan mobil bermesin bensin murni seperti Picanto justru dianggap "memperburuk" kepatuhan perusahaan terhadap mandat tersebut. Jika Kia terus menjual terlalu banyak mobil bensin, mereka berisiko terkena denda besar atau harus membeli kredit emisi dari produsen lain. Oleh karena itu, Kia mulai memetakan model mana saja yang layak dipertahankan hingga 2030.

Sportage Jadi Prioritas Utama Ketimbang Picanto

Dalam wawancara dengan Autocar, Philpott mengungkapkan bahwa Kia harus mengambil keputusan sulit terkait model-model yang akan tetap dipasarkan. Fokus utama perusahaan saat ini adalah menyelamatkan model dengan volume penjualan tertinggi yang memberikan keuntungan lebih stabil bagi perusahaan.

"Prioritas nomor satu adalah mempertahankan Sportage karena model ini merupakan kontributor volume terbesar bagi kami," tegas Philpott. Saat ini, Kia Sportage menyumbang sekitar 40% dari total penjualan Kia di Inggris. Namun, dengan kuota mobil non-EV yang hanya tersisa 20% pada tahun 2030, Kia harus memilih model mana yang berhak mengisi slot sempit tersebut.

Berikut adalah beberapa poin krusial yang menjadi tantangan Kia di Inggris:

  • Target Penjualan EV: Harus mencapai 80% dari total volume pada 2030.
  • Slot Mesin Bakar: Hanya tersedia 20% untuk mobil non-listrik, yang kemungkinan besar akan diprioritaskan untuk model SUV seperti Sportage.
  • Biaya Pengembangan: Kia tidak berencana menyematkan sistem hibrida pada Picanto karena pertimbangan nilai ekonomis di segmen entry-level.
  • Review Pemerintah: Ada harapan aturan akan dilonggarkan pada tinjauan tahun depan, namun kecil kemungkinan akan berpihak pada mobil bensin murni.

Masa Depan City Car yang Semakin Buram

Keputusan Kia untuk kemungkinan besar memensiunkan Picanto mencerminkan tren global di mana mobil kecil yang terjangkau semakin terjepit oleh regulasi emisi. Biaya untuk membuat mobil kecil memenuhi standar emisi terbaru seringkali membuat harga jualnya melambung tinggi, sehingga kehilangan daya tarik di mata konsumen yang mencari efisiensi biaya.

Bagi konsumen, ini berarti pilihan mobil murah dengan mesin konvensional akan semakin langka. Kia kini berada di persimpangan jalan: membiarkan Picanto mati sebagai legenda mobil perkotaan, atau mencoba menghidupkannya kembali sebagai kendaraan listrik murni di masa depan, meski dengan tantangan harga yang jauh berbeda.

Bagikan
Sumber: autocar.co.uk

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks