MEDAN — Pernyataan keras itu disampaikan Gandi dalam siaran pers yang diterima di Medan, Kamis (14/5/2026). Ia menegaskan bahwa nama “Nusantara” tidak bisa menggantikan “Indonesia” sebagai identitas bangsa yang telah diakui konstitusi.
“IKN Bukan Ibu Kota Indonesia, Ini Siasat Jahat”
“Jadi kami menilai nama Ibu Kota Nusantara itu merupakan siasat atau penipuan kejahatan. Kalau IKN disahkan otomatis Indonesia hilang atau bubar,” ujar Gandi.
Menurutnya, Mahkamah Konstitusi (MK) telah menunjukkan sikap tepat dengan tidak terpengaruh pada kepentingan yang ia sebut sesat. “MK tidak berani merobah Indonesia menjadi Nusantara. Harus diingat nama sebagai identitas yang tidak bisa diganti oleh kepentingan seseorang atau kelompok,” tegasnya.
Surat ke Presiden Tak Dijawab, Ziarah ke Kalibata
Gandi mengungkapkan bahwa pada Agustus 2024 pihaknya telah melayangkan surat pertanyaan ke Presiden Joko Widodo terkait status IKN, namun tidak mendapat jawaban. Setelah itu, PMPHI Sumut melakukan ziarah ke Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.
“Kami mendengar suara doakan Prabowo biar selalu sehat dan semakin sukses,” katanya, merujuk pada pesan yang diterima saat ziarah tersebut.
Pesan untuk Prabowo: Jangan Ikut-Ikutan Latah
Gandi memperingatkan Presiden Prabowo agar tidak latah mengikuti seluruh program pemerintahan sebelumnya. “Belum tentu semua program atau kerja pemerintah Jokowi benar semua untuk kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucapnya.
“Pemerintah harus melihat ini Negara Republik Indonesia bukan gampang. Sekali salah atau sesat risikonya sangat fatal. Untuk itu kami selalu mendoakan Prabowo agar selalu sehat dan semakin sukses sesuai dengan pesan suara di Makam Pahlawan Kalibata 2024, lalu,” pungkas Gandi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Istana Kepresidenan maupun pihak terkait di lingkungan pemerintahan Prabowo Subianto terkait pernyataan kontroversial tersebut. Isu pemindahan ibu kota ke Nusantara di Kalimantan Timur sendiri telah menjadi kebijakan strategis nasional sejak era Presiden Jokowi dan terus berjalan di bawah kepemimpinan Prabowo.