Pencarian

Penugasan Hilirisasi Pemerintah di Antam Ditolak 18,24 Persen Suara Pemegang Saham

Jumat, 12 Juni 2026 • 18:09:01 WIB
Penugasan Hilirisasi Pemerintah di Antam Ditolak 18,24 Persen Suara Pemegang Saham
Pemegang saham Antam menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp5,04 triliun dalam RUPST terbaru.

SUMATERA UTARA — Dalam RUPST yang digelar beberapa waktu lalu, Antam sukses memutuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp5,04 triliun atau sekitar 70 persen dari laba bersih 2025 yang mencapai Rp7,2 triliun. Agenda penggunaan laba bersih ini memperoleh dukungan hampir mutlak, yakni 98,35 persen suara setuju. Hanya 0,13 persen suara yang menolak.

Namun, situasi berbeda terjadi saat pemegang saham memberikan suara untuk agenda penugasan pemerintah. Berdasarkan ringkasan risalah RUPST yang dipublikasikan perseroan, suara yang menyetujui agenda tersebut mencapai 15,79 miliar saham atau 80,23 persen. Sementara itu, suara yang menolak tercatat 3,59 miliar saham atau 18,24 persen, dan sisanya 1,53 persen memilih abstain.

Isi Penugasan dan Sumber Perbedaan Pandangan

Keputusan RUPS menyebutkan pemegang saham menyetujui rencana perseroan untuk menerima penugasan khusus dari Pemerintah Pusat. Tugas utama yang diemban adalah mempercepat program hilirisasi nikel dan mempercepat pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Risalah rapat tidak menjelaskan secara rinci alasan di balik penolakan 3,58 miliar saham tersebut. Dokumen resmi perseroan tidak menguraikan apakah kekhawatiran investor berkaitan dengan aspek bisnis, tata kelola, risiko investasi, atau substansi penugasan itu sendiri.

Meski demikian, hasil voting ini tidak bisa langsung diartikan sebagai penolakan terhadap program hilirisasi atau ekosistem baterai EV secara nasional. Yang pasti, data menunjukkan adanya sebagian pemegang saham yang memilih tidak menyetujui agenda penugasan tersebut.

Konteks Hilirisasi dan Ambisi Pemerintah

Penugasan ini menjadi bagian dari ambisi besar pemerintah mempercepat hilirisasi mineral dan membangun rantai pasok baterai kendaraan listrik nasional. Sebagai salah satu BUMN tambang terbesar, Antam menjadi ujung tombak dalam proyek strategis tersebut.

Perbedaan pola voting dalam satu RUPST yang sama menjadi catatan tersendiri. Investor terlihat kompak ketika menyangkut pembagian keuntungan langsung, namun mulai menunjukkan perbedaan pandangan saat perusahaan menerima penugasan strategis yang berpotensi memengaruhi arah bisnis dan profil risiko perusahaan ke depan.

Keputusan ini tetap disahkan karena memperoleh dukungan mayoritas pemegang saham. Namun, suara penolakan yang mencapai hampir seperlima total suara menjadi sinyal bagi manajemen untuk lebih transparan dalam mengkomunikasikan dampak penugasan terhadap kinerja dan prospek bisnis Antam ke depan.

Bagikan
Sumber: kabarbursa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks