SUMATERA UTARA — Dengan lampu hijau dari DoJ, Paramount Skydance resmi mengambil alih Warner Bros. Discovery. Portofolio yang dikuasai kini mencakup Warner Bros. Studios, HBO dan platform streaming HBO Max, CNN Worldwide yang memegang hak siar Olimpiade dan NHL, serta Warner Bros. Games. Sebelumnya, Paramount Skydance sudah memiliki Paramount Pictures, CBS, MTV, BET, dan Nickelodeon.
CEO Paramount Skydance, David Ellison, akan memimpin langsung seluruh entitas tersebut. Pendanaan utama akuisisi ini berasal dari sang ayah, Larry Ellison, pendiri Oracle. Raksasa teknologi Oracle baru-baru ini juga bergabung dalam konsorsium investor yang mengakuisisi 45% saham operasi TikTok di Amerika Serikat. Kini, portofolio media gabungan ayah dan anak ini disebut-sebut sebanding dengan kekuatan Disney.
Kekhawatiran Masa Depan CNN dan Independensi Jurnalisme
Kekhawatiran terbesar publik tertuju pada CNN. Langkah efisien yang diterapkan di CBS News setelah diakuisisi menjadi preseden buruk. Di bawah kendali Ellison, Bari Weiss ditunjuk sebagai kepala CBS News dan langsung melakukan perombakan besar-besaran.
Langkah paling kontroversial adalah pemecatan jurnalis senior Scott Pelley dari program investigasi legendaris "60 Minutes". Pelley secara terbuka menyatakan acara tersebut sedang "dibunuh" oleh Weiss. Sebelumnya, laporan "60 Minutes" tentang kondisi di pusat penahanan imigrasi AS (ICE) dibatalkan pada Desember lalu. Jurnalis Cecelia Vega juga dipecat pada Mei saat mengerjakan liputan tentang pelapor khusus PBB untuk Palestina, Francesca Albanese.
Kekhawatiran ini diperparah oleh kedekatan Larry Ellison dengan Presiden Donald Trump, yang secara terbuka menyebut kepemimpinan CNN saat ini sebagai "korup dan tidak kompeten". Di bawah kepemilikan baru, CBS juga memutuskan untuk membatalkan "The Late Show with Stephen Colbert" setelah segmen yang secara tajam mengkritik gugatan hukum Trump terhadap CBS.
Protes dari Industri Kreatif dan Langkah Regulator Lain
Kekhawatiran tidak hanya datang dari internal jurnalis. Pada Mei lalu, lebih dari 5.500 profesional industri film dan televisi—termasuk Glenn Close, Jane Fonda, dan Joaquin Phoenix—menandatangani surat terbuka. Mereka memperingatkan bahwa akuisisi ini akan "mengancam keberlanjutan seluruh komunitas kreatif."
DoJ dalam siaran persnya menolak argumen bahwa merger ini akan memicu monopoli. Mereka menilai perbandingan dengan akuisisi Fox oleh Disney beberapa tahun lalu tidak relevan karena faktor pandemi COVID-19. Kekhawatiran buruh dari pekerja industri juga dikesampingkan oleh regulator.
Batas Waktu dan Tantangan Hukum ke Depan
Meski DoJ telah menyetujui, kesepakatan ini belum sepenuhnya aman. Jaksa Agung negara bagian California dan New York telah menyatakan akan mengajukan gugatan. Investigasi terpisah juga masih berlangsung di Inggris dan oleh otoritas Eropa.
Paramount Skydance memiliki batas waktu hingga 30 September untuk menutup kesepakatan secara resmi. Jika gagal, perusahaan akan dikenakan denda harian sebesar 7 juta dolar AS (sekitar Rp 115 miliar) yang harus dibayarkan kepada pemegang saham Warner Bros. Discovery.