MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menggandeng RS Murni Teguh untuk mewujudkan rumah sakit berstandar global. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) berlangsung di Kantor Gubernur Sumut, Jumat pekan lalu.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut, Basarin Yunus Tanjung, menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis. "Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis layanan kesehatan berstandar global," ujarnya.
Isi MoU: Enam Bulan Menuju Perjanjian Konkret
MoU ini merupakan pernyataan bersama antara Pemprov Sumut melalui BUMD PT Dhirga Surya Sumatera Utara dan PT Murni Sadar Tbk, induk RS Murni Teguh. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT Dhirga Surya, Ari Wibowo, dan Presiden Direktur PT Murni Sadar Tbk, Dr dr Mutiara.
Basarin menekankan masa berlaku MoU hanya enam bulan sebagai tahap awal. Ia berharap dalam periode itu kedua pihak bisa segera menyusun peta jalan dan beralih ke perjanjian kerja sama (PKS). "Karena itu diperlukan keseriusan untuk menyusun peta jalan hingga terwujudnya kerja sama yang konkret," kata Basarin.
Target: 15 Juta Warga Sumut Tak Perlu Lagi Berobat ke Luar Negeri
Salah satu dorongan utama kerja sama ini adalah mengurangi ketergantungan warga Sumut pada layanan kesehatan di luar negeri. Pemprov mencatat sekitar 15 juta jiwa penduduk Sumut akan menjadi penerima manfaat utama.
Pemprov Sumut berkomitmen mendorong peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan memberikan kemudahan pengadaan alat kesehatan, termasuk melalui skema kerja sama operasional (KSO). "Mudah-mudahan dalam enam bulan ini MoU tidak diperpanjang, namun bisa menjadi PKS. Ini menjadi perhatian Bapak Gubernur menghadirkan rumah sakit kelas internasional di Sumut," tutur Basarin.
Fokus pada SDM dan Teknologi Medis
Presiden Direktur PT Murni Sadar Tbk, Dr dr Mutiara, menyatakan pihaknya akan fokus pada penguatan kompetensi tenaga medis. Pelatihan dan kerja sama dengan tenaga ahli internasional menjadi prioritas utama.
"Kami ingin masyarakat mendapat layanan kesehatan berstandar internasional tanpa harus berobat ke luar negeri. Melalui penguatan sumber daya manusia, teknologi, dan kolaborasi yang baik, cita-cita ini bisa kita wujudkan," ujar Mutiara.
Sementara itu, Direktur Utama PT Dhirga Surya Sumatera Utara, Ari Wibowo, optimistis proyek ini bisa menjadi kebanggaan baru bagi Sumut. "Kami optimistis proyek ini dapat menjadi kebutuhan, sekaligus kebanggaan masyarakat Sumut, serta menjadi wajah baru sektor kesehatan di daerah," katanya.