SUMATERA UTARA — Kisah sukses Menlo Ventures berawal dari satu keputusan berani pada 2024. Saat itu, mereka memimpin pendanaan Seri D Anthropic dengan nilai investasi US$750 juta (sekitar Rp12 triliun). Sumber Bloomberg menyebutkan, nilai saham Menlo di perusahaan pembuat model AI itu kini melonjak menjadi sekitar US$14 miliar (sekitar Rp224 triliun).
Keputusan itu bukan tanpa risiko. Menurut pengakuan internal Menlo, mereka benar-benar dalam posisi "white-knuckling" atau menahan napas saat menandatangani cek raksasa tersebut. Dana sebesar itu terkumpul dari struktur yang tak biasa.
Struktur Pendanaan Unik di Tengah Musim Dingin VC
Pada 2024, dunia venture capital (VC) baru saja bangkit dari masa lesu pasca-pandemi. Raksasa seperti SoftBank dan Tiger Global masih dalam posisi lemah. Tak ada yang berani menulis cek sebesar US$750 juta.
Menlo pun mencari cara kreatif. Forbes melaporkan, sekitar US$500 juta dari total dana dikumpulkan melalui Special Purpose Vehicle (SPV) — sebuah entitas investasi satu kali yang mengumpulkan uang dari berbagai sumber untuk satu kesepakatan. Sisanya, US$250 juta, berasal dari dana internal Menlo dan kontribusi orang dalam perusahaan.
Kini, SPV untuk investasi AI sudah menjadi hal biasa. Bahkan Anthropic sendiri sempat mengeluarkan peringatan bulan lalu, menyebut semua SPV tidak resmi dan pasar sekunder yang mengklaim menjual sahamnya sebagai "penipuan". Namun bagi investor yang ikut dalam kesepakatan resmi Menlo 2024, hasilnya sangat menguntungkan.
Dana Khusus Rp4 Triliun untuk Startup AI
Tak berhenti di situ, Menlo meluncurkan dana startup senilai US$100 juta bersama Anthropic pada 2024, dinamai Anthology. Kini, dana yang sudah tersalurkan membengkak mendekati US$250 juta (sekitar Rp4 triliun), menurut sumber yang mengetahui langsung.
Dana Anthology telah mendanai lebih dari 60 perusahaan rintisan. Tak hanya modal, startup binaan juga mendapat akses ke para pemimpin Anthropic dan kredit untuk menggunakan Claude. Hasilnya sudah terlihat: Graphite diakuisisi oleh Cursor, dan Astrix Security dibeli Cisco.
Melalui dana ini, Menlo bisa memantau tren AI paling awal. Portofolio mereka kini mencakup nama-nama seperti OpenRouter, Higgsfield, dan Lovable. Reputasi sebagai investor AI pun kian kokoh, berkat satu taruhan berani yang membuahkan hasil berlipat ganda.