Pencarian

Literasi Keuangan Perempuan di Sumut Masih di Bawah Laki-Laki, OJK Gencarkan Edukasi Hingga ke Tebing Tinggi

Rabu, 24 Juni 2026 • 21:32:31 WIB
Literasi Keuangan Perempuan di Sumut Masih di Bawah Laki-Laki, OJK Gencarkan Edukasi Hingga ke Tebing Tinggi
OJK Sumut bersama Pemkot Tebing Tinggi menggelar edukasi literasi keuangan bagi perempuan.

MEDAN — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara menggandeng Pemerintah Kota Tebing Tinggi untuk meningkatkan pemahaman perempuan tentang produk dan layanan jasa keuangan. Langkah ini diambil setelah data survei nasional menunjukkan indeks literasi keuangan perempuan masih tertinggal dari laki-laki.

Data Terbaru: Literasi Perempuan 65,58%, Laki-Laki 67,32%

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen. Namun, jika dirinci berdasarkan gender, perempuan hanya mencatatkan 65,58 persen—lebih rendah 1,74 poin dibandingkan laki-laki yang mencapai 67,32 persen.

Adapun indeks inklusi keuangan—yang mengukur akses terhadap layanan keuangan—relatif seimbang: 80,73 persen untuk laki-laki dan 80,28 persen untuk perempuan.

Perempuan: Manajer Keuangan Rumah Tangga yang Perlu Dibekali

Asisten Direktur Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Sumut, Reza Leonhard, menekankan peran strategis perempuan dalam mengelola keuangan keluarga.

"Perempuan memiliki peran strategis dalam pengelolaan keuangan keluarga," ujar Reza di Medan, Rabu.

Menurutnya, peningkatan literasi keuangan bagi perempuan menjadi faktor kunci untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan produk jasa keuangan secara tepat dan terlindungi dari aktivitas keuangan ilegal.

Edukasi di Tebing Tinggi: Target Ibu PKK hingga Pelaku UMKM

Kegiatan literasi keuangan digelar di Kantor Wali Kota Tebing Tinggi, Selasa (23/6). Pesertanya meliputi anggota Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan, pelaku usaha perempuan, serta aparatur sipil negara (ASN) setempat.

OJK Sumut mencatat bahwa meskipun akses masyarakat terhadap produk keuangan semakin luas, pemahaman dan keterampilan keuangan masih perlu diperkuat. "Agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan secara optimal, aman, dan bertanggung jawab," tambah Reza.

Angka Inklusi Hampir Setara, Literasi yang Perlu Dikejar

Data SNLIK 2025 menunjukkan kesenjangan antara literasi dan inklusi keuangan masih cukup lebar. Indeks inklusi perempuan (80,28%) hampir menyamai laki-laki (80,73%), tetapi tingkat pemahaman mereka terhadap produk keuangan belum sebanding. Artinya, banyak perempuan yang sudah memiliki akses ke bank atau lembaga keuangan, tetapi belum paham cara mengelola risiko atau memilih produk yang sesuai.

OJK Sumut berencana memperluas jangkauan edukasi ke daerah-daerah lain di provinsi ini, menyasar kelompok perempuan yang belum tersentuh program literasi sebelumnya.

Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks