SUMATERA UTARA — Menjadi mantri BRI di wilayah kepulauan bukan sekadar pekerjaan kantoran. Eka harus naik kapal dan perahu dengan fasilitas seadanya untuk mencapai tiga pulau binaan. Gelombang laut yang berubah-ubah dan cuaca ekstrem menjadi menu harian yang harus dihadapi.
"Saya harus naik kapal dan perahu dengan fasilitas seadanya, sehingga setiap perjalanan membutuhkan kesiapan mental," ujar Eka dalam keterangan resmi BRI, Selasa (30/6).
Meski medan berat, perempuan 34 tahun ini mengaku antusiasme warga membuat seluruh perjalanan terasa sepadan. Di setiap kunjungan, ia tidak hanya menawarkan pembiayaan, tetapi juga mendampingi Agen BRILink dan memberi edukasi kepada kelompok usaha.
Dari Teller ke Garda Terdepan Inklusi Keuangan
Eka bergabung dengan BRI sejak 2014. Ia memulai karier sebagai teller dan customer service sebelum beralih menjadi mantri pada 2018. Pilihan ini diambil karena peran mantri dinilai lebih dekat dengan masyarakat.
"Saya bisa bertemu langsung, berbaur, dan memahami kebutuhan nasabah di lapangan," katanya.
Sebagian besar warga di tiga pulau tersebut menggantungkan hidup pada sektor produktif seperti perikanan, perkebunan kelapa, dan usaha sembako. Dengan keterbatasan akses listrik dan komunikasi, setiap pertemuan dengan nasabah harus dimanfaatkan secara maksimal oleh Eka.
Dedikasi di Tengah Peran Ganda sebagai Ibu
Menjalankan tugas di wilayah terpencil memaksa Eka berjauhan dengan keluarganya, termasuk anaknya yang masih berusia tiga tahun. Ia harus pintar membagi waktu antara tugas negara dan peran sebagai ibu.
"Kita harus percaya diri karena pada akhirnya diri kita sendiri yang akan membantu melewati setiap tantangan. Bekerjalah dengan hati agar pekerjaan seberat apa pun tidak terasa sebagai beban," tuturnya.
Apresiasi Direksi untuk Garda Terdepan BRI
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengapresiasi dedikasi Eka yang terus hadir melayani masyarakat hingga wilayah kepulauan. Menurutnya, semangat ini merupakan bentuk komitmen BRI dalam memperluas inklusi keuangan di daerah 3T (terdepan, terluar, dan terpencil).
Langkah Eka menjadi cerminan dari upaya BRI memperkuat akses layanan perbankan di pelosok Indonesia yang memiliki tantangan geografis tinggi. Perusahaan tidak hanya bicara soal target bisnis, tetapi juga kehadiran nyata di tengah masyarakat yang selama ini sulit dijangkau.