Pencarian

NASA Temukan 58.870 Bangunan Rusak Akibat Gempa Venezuela, Jauh di Atas Data Resmi

Selasa, 30 Juni 2026 • 22:54:31 WIB
NASA Temukan 58.870 Bangunan Rusak Akibat Gempa Venezuela, Jauh di Atas Data Resmi
Data radar satelit ESA menunjukkan hampir 59 ribu bangunan rusak akibat gempa di Venezuela.

SUMATERA UTARA — Laporan yang disusun peneliti Corey Scher dan Jamon Van Den Hoek dari Oregon State University ini memanfaatkan data radar satelit Sentinel-1 milik Badan Antariksa Eropa (ESA). Data diambil pada 25 Juni, sehari setelah gempa besar mengguncang Venezuela pada 24 Juni. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi perubahan mendadak pada permukaan bumi yang mengindikasikan kerusakan struktural.

"Sekitar 58.870 bangunan kemungkinan rusak atau hancur di seluruh wilayah yang terkena dampak," demikian bunyi laporan yang dikutip dari temuan NASA. Angka ini kontras dengan data resmi yang disampaikan Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, yang mencatat 855 bangunan rusak, termasuk 189 bangunan roboh total.

Metode Analisis dari Luar Angkasa

Para peneliti menegaskan temuan ini merupakan penilaian awal yang dilakukan secara cepat. Hasil analisis belum diverifikasi melalui pemeriksaan langsung di lapangan, sehingga masih bersifat indikator awal. Meski demikian, perubahan permukaan yang terekam radar disebut konsisten dengan pola kerusakan akibat gempa bumi besar.

Metode ini pernah digunakan NASA dalam berbagai bencana sebelumnya, termasuk gempa Turki dan Suriah pada 2023. Teknologi radar satelit mampu menangkap deformasi permukaan tanah dan bangunan dengan akurasi tinggi, meski tetap memerlukan validasi data lapangan untuk memastikan tingkat kerusakan sebenarnya.

Korban Terus Bertambah

Di sisi lain, jumlah korban jiwa terus meningkat. Pemerintah Venezuela melaporkan sedikitnya 1.719 orang tewas dan 5.034 lainnya mengalami luka-luka. Angka ini disampaikan Rodriguez dalam laporan terbaru pada Senin, tanpa merinci berapa banyak korban yang masih dalam proses evakuasi atau pencarian.

Gempa kembar yang mengguncang wilayah pesisir Venezuela tersebut memicu kepanikan massal. Banyak warga dilaporkan masih berada di tenda pengungsian karena khawatir akan gempa susulan. Pemerintah setempat belum merilis data resmi mengenai jumlah pengungsi.

Kesenjangan Data dan Implikasinya

Perbedaan signifikan antara temuan NASA dan data resmi pemerintah Venezuela menimbulkan pertanyaan mengenai akurasi laporan otoritas setempat. Dalam situasi bencana, data yang akurat menjadi krusial untuk penyaluran bantuan dan alokasi sumber daya. Jika kerusakan benar mencapai hampir 59 ribu bangunan, kebutuhan logistik, hunian sementara, dan peralatan berat untuk evakuasi akan jauh lebih besar dari yang direncanakan saat ini.

Hingga berita ini diturunkan, otoritas Venezuela belum memberikan tanggapan resmi terhadap temuan NASA. Lembaga bantuan internasional masih menunggu akses lebih luas ke wilayah terdampak untuk melakukan asesmen mandiri.

Bagikan
Sumber: medcom.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks