DELISERDANG — Eko Haris Alamsyah, guru MAN 1 Deli Serdang, pulang dengan gelar Runner-Up usai mengikuti Grand Final Duta Guru Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara. Ajang dua hari yang digelar di Hotel Adimulia Medan itu mempertemukan sepuluh guru terbaik dari ratusan peserta se-Sumatera Utara.
Proses seleksi berlangsung ketat. Peserta harus mengirimkan video perkenalan diri yang memaparkan konsep CBP Rupiah, lalu video pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan edukasi tersebut di kelas. Dari situ, panitia menyaring sepuluh finalis untuk mengikuti babak puncak.
Mengapa Guru Jadi Duta Rupiah?
Bank Indonesia sengaja memilih guru sebagai ujung tombak edukasi. Alasannya, guru punya akses langsung ke generasi muda dan masyarakat luas. Deputi Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, Didit Widiana, menyebut pemilihan ini merupakan agenda rutin dalam rangka menyambut Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) 2026.
"Bank Indonesia berharap melalui program ini masyarakat semakin memahami pentingnya mencintai, membanggakan, dan menjaga rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa," ujar Didit Widiana dalam keterangan yang dikutip dari panitia.
Bootcamp Bukan Sekadar Lomba
Selama Grand Final, para finalis tidak hanya bersaing. Mereka mengikuti bootcamp yang mencakup pelatihan psikologis, pengembangan keberanian saat edukasi lapangan, dan kerja sama tim. Semua ini dirancang untuk mempersiapkan mereka menjadi duta yang efektif.
Menurut Eko, masih banyak ditemukan uang rupiah dalam kondisi kusut, kotor, tercoret-coret, bahkan rusak. "Padahal, proses pencetakan uang membutuhkan biaya yang sangat besar," katanya. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan program berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
Apresiasi dari Kepala Sekolah
Kepala MAN 1 Deli Serdang, Arwansyah Dalimunthe, S.Ag M.Pd, menyampaikan rasa bangga atas prestasi anak buahnya. Menurutnya, program Bank Indonesia ini adalah langkah positif membangun kesadaran generasi muda untuk lebih menghargai mata uang rupiah.
Eko Haris Alamsyah kini resmi menjadi salah satu dari sepuluh Duta Guru Sumatera Utara. Tugasnya ke depan adalah mengedukasi masyarakat—mulai dari siswa di kelas hingga komunitas di luar sekolah—tentang cara memperlakukan rupiah dengan baik. Bank Indonesia menargetkan kondisi uang rupiah yang beredar bisa lebih baik berkat peran para guru ini.