MEDAN — Petani kelapa sawit mitra plasma di Sumatera Utara mendapat kabar baik di awal Juli 2026. Harga Tandan Buah Segar (TBS) untuk semua kelompok umur tanaman resmi naik, berdasarkan hasil rapat Tim Penetapan Harga TBS yang digelar di Aula Padi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara pada 1 Juli 2026.
Kenaikan tertinggi dinikmati petani dengan tanaman berumur 21 tahun. Harga TBS mereka melonjak Rp101,54 per kg, dari Rp3.784,19 menjadi Rp3.885,73 per kg. Sementara itu, kenaikan terkecil terjadi pada tanaman termuda, yakni berumur 3 tahun, yang naik Rp87,85 per kg dari Rp3.179,36 menjadi Rp3.267,21 per kg.
Harga Acuan CPO dan Kernel Jadi Penentu
Keputusan ini didasarkan pada rata-rata harga crude palm oil (CPO) lokal dan ekspor sebesar Rp15.427,33 per kilogram, serta harga kernel lokal Rp13.334,13 per kilogram. Kedua harga tersebut belum termasuk PPN. Faktor K yang digunakan dalam perhitungan harga TBS ditetapkan sebesar 93,76 persen.
Faktor K merupakan indeks yang merepresentasikan rendemen atau persentase minyak yang dapat diekstrak dari TBS. Semakin tinggi faktor K, semakin besar pula harga yang diterima petani.
Daftar Lengkap Harga TBS per Kelompok Umur Tanaman
Berikut rincian harga TBS mitra plasma di Sumatera Utara untuk periode 1–7 Juli 2026:
- 3 Tahun: Rp3.267,21/kg
- 4 Tahun: Rp3.483,37/kg
- 5 Tahun: Rp3.604,55/kg
- 6 Tahun: Rp3.711,59/kg
- 7 Tahun: Rp3.686,86/kg
- 8 Tahun: Rp3.814,00/kg
- 9 Tahun: Rp3.850,21/kg
- 10–20 Tahun: Rp3.881,83/kg
- 21 Tahun: Rp3.885,73/kg
- 22 Tahun: Rp3.848,86/kg
- 23 Tahun: Rp3.795,32/kg
- 24 Tahun: Rp3.677,76/kg
- 25 Tahun: Rp3.569,15/kg
- 26 Tahun: Rp3.540,29/kg
- 27 Tahun: Rp3.487,63/kg
- 28 Tahun: Rp3.432,08/kg
- 29 Tahun: Rp3.374,88/kg
- 30 Tahun: Rp3.317,68/kg
Harga Tertinggi di Umur Produktif Puncak
Pola harga menunjukkan bahwa TBS dari tanaman berumur 10 hingga 21 tahun berada di kisaran tertinggi, yakni di atas Rp3.880 per kg. Ini menandakan masa produktivitas optimal sawit berada pada rentang usia tersebut. Setelah melewati 21 tahun, harga perlahan menurun seiring berkurangnya produktivitas tandan buah.
Kenaikan harga di seluruh kelompok umur ini diharapkan memberikan tambahan pendapatan signifikan bagi petani plasma di tengah fluktuasi harga komoditas sawit global. Pemerintah provinsi terus memantau pergerakan harga CPO dan kernel sebagai acuan penetapan harga TBS setiap pekan.