NIAS UTARA — Anak-anak di Dusun I Desa Dahana Hiligodu tak lagi dihantui ketakutan saat musim hujan tiba. Sebab, jembatan modular yang membentang di atas Sungai Fauro Faete kini telah berdiri kokoh dan bisa dilintasi kendaraan roda empat.
Dari Gotong Royong TNI dan Warga, Konektivitas Pedalaman Terbuka
Jembatan sepanjang 24 meter itu dikerjakan personel TNI bersama masyarakat setempat. Semangat gotong royong menjadi kunci utama hingga proyek rampung sesuai target. Program ini merupakan sasaran fisik Bakti TNI untuk Rakyat Tahun 2026 yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Dusun I Desa Dahana Hiligodu, Sandi Watak Lahagu, mengungkapkan bahwa kini kendaraan roda empat sudah dapat melintas dengan aman. “Anak-anak tidak lagi kesulitan berangkat ke sekolah, terutama saat musim hujan ketika debit Sungai Fauro Faete meningkat,” ujarnya.
Pelajar: Perjalanan ke Sekolah Kini Aman dan Nyaman
Dampak positif langsung dirasakan oleh para pelajar di Dusun I. Chelsi Junelta Lahagu, yang mewakili siswa SD, SMP, dan SMA setempat, mengatakan kehadiran jembatan modular membuat perjalanan menuju sekolah menjadi lebih aman dan nyaman. “Kami tidak lagi dihantui kekhawatiran saat melintasi sungai,” katanya.
Sebelum jembatan dibangun, warga dan anak-anak harus berisiko menyeberangi sungai yang kerap meluap saat hujan deras. Kondisi itu kerap membuat orang tua cemas melepas anak-anak mereka berangkat sekolah.
Komitmen TNI AD Percepat Pembangunan di Kepulauan Nias
Kapendam I/BB Kolonel Inf. Sandy, S.I.P., menegaskan bahwa pembangunan ini menjadi bukti nyata komitmen TNI Angkatan Darat dalam mempercepat pembangunan di daerah. Menurutnya, infrastruktur tersebut tidak hanya membuka akses transportasi yang lebih baik, tetapi juga memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat serta mempermudah layanan pendidikan dan kesehatan.
“Ini adalah wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kepulauan Nias,” tegasnya.
Dengan rampungnya jembatan modular di Sungai Fauro Faete, mobilitas warga antarwilayah di Kabupaten Nias Utara kini jauh lebih lancar. Perekonomian lokal pun diharapkan ikut bergerak seiring terbukanya akses yang sebelumnya terisolasi saat musim penghujan.