DELI SERDANG — Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menegaskan bahwa Jambore Daerah bukan sekadar perkemahan rutin lima tahunan. Di hadapan ribuan Pramuka Penggalang yang hadir di Bumi Perkemahan Sibolangit, ia menyebut kegiatan ini sebagai ruang untuk menempa diri menghadapi tantangan zaman.
"Manfaatkanlah setiap kegiatan selama Jambore ini, untuk menambah pengalaman, memperluas persahabatan, mengembangkan kreativitas, melatih kepemimpinan dan membangun semangat gotong royong," ujar Surya yang juga menjabat Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Sumut, saat membuka Jamda XI, Rabu (8/7/2026).
Pesan Wagub: Bukan Sekadar Penonton Perubahan
Surya mendorong para peserta untuk menjadi generasi pembawa solusi, bukan sekadar penonton perubahan zaman. Ia juga meminta agar nilai-nilai yang didapat selama Jambore diterapkan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Sumut, kata Surya, berkomitmen mendukung pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka. Menurutnya, investasi terbaik bagi daerah adalah membangun sumber daya manusia yang berkarakter dan berintegritas.
Terobosan: Peserta Tak Dipungut Biaya
Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Bachtiar Utomo, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Jamda XI Sumut ini. Ia menyebut pelaksanaan Jambore Daerah di Sumatera Utara menjadi yang pertama di Indonesia dengan tidak memungut biaya sepeser pun kepada peserta.
"Di sinilah persahabatan dibangun, kepemimpinan dilatih, karakter ditempa dan cita-cita masa depan mulai dipersiapkan," ujar Bachtiar dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa Jambore merupakan ruang pembelajaran kehidupan bagi Pramuka Penggalang yang berusia 11 hingga 15 tahun. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Sibolangit ini diharapkan bisa menjadi pengalaman berharga bagi ribuan peserta yang hadir.