SUMATERA UTARA — Pinwheel, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang fokus pada perangkat ramah anak, resmi meluncurkan Pinwheel Home pada Selasa (15/4). Produk ini merupakan telepon rumah modern yang mengusung desain retro, tetapi tidak membutuhkan sambungan kabel telepon karena beroperasi melalui jaringan Wi-Fi. Target penggunanya adalah anak-anak usia 5 hingga 10 tahun yang belum siap memiliki ponsel pintar.
Dua Varian dengan Rentang Harga
Pinwheel Home tersedia dalam dua model. Pertama, Spark yang dibanderol 68 dolar AS (sekitar Rp 1,1 juta) dengan pilihan warna putih, hitam, biru, dan ungu. Kedua, Classic seharga 79 dolar AS (sekitar Rp 1,3 juta) yang menyertakan gagang telepon retro dan stiker kustom, dengan opsi warna pink, hitam, dan putih.
Perangkat ini sudah bisa dipesan langsung melalui situs resmi Pinwheel dan direncanakan masuk ke Amazon pada musim gugur tahun ini. Belum ada informasi mengenai ketersediaan di Indonesia.
Fitur Utama: Panggilan Suara Murni Tanpa Gangguan Layar
Berbeda dengan smartphone yang penuh notifikasi dan media sosial, Pinwheel Home hanya dirancang untuk panggilan suara. Perusahaan mengklaim perangkat ini mendorong percakapan satu lawan satu yang lebih bermakna dan melatih keterampilan telepon dasar anak. Fitur yang tersedia meliputi panggilan cepat, voicemail, dan di masa mendatang akan ditambahkan panggilan tiga arah serta integrasi dengan jam tangan pintar dan smartphone Pinwheel lainnya.
Untuk keamanan, orang tua mengontrol perangkat melalui Pinwheel Caregiver Portal. Melalui portal ini, orang tua bisa menyetujui kontak, memblokir penelepon tak dikenal, spam, dan robocall, serta mengatur jadwal panggilan dan batas waktu penggunaan.
Biaya Berlangganan dan Kompetitor
Panggilan antar sesama perangkat Pinwheel Home gratis melalui layanan Pinwheel Circle. Untuk menelepon nomor telepon biasa, pengguna bisa memilih paket mulai 6,99 dolar AS per bulan (sekitar Rp 115.000) untuk maksimal lima kontak yang disetujui, atau 9,99 dolar AS per bulan (sekitar Rp 165.000) untuk panggilan tak terbatas.
Pinwheel Home bukan satu-satunya perangkat komunikasi tanpa layar untuk anak. Kompetitor utamanya, Tin Can, menjual produk serupa seharga 100 dolar AS (sekitar Rp 1,65 juta) dengan paket teman dan keluarga 9,99 dolar AS per bulan.
Mengapa Sekarang? Konteks Kekhawatiran Layar pada Anak
Peluncuran ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran orang tua terhadap dampak teknologi pada perkembangan anak. Berbagai studi mengaitkan waktu layar berlebihan dengan masalah emosional, perilaku, dan sosial. Penelitian terbaru dari University of Georgia bahkan menemukan bahwa anak-anak yang lebih banyak menghabiskan waktu di media sosial cenderung memiliki perkembangan kosakata yang lebih lemah.
Beberapa negara seperti Australia sudah membatasi akses media sosial untuk anak-anak, sementara Inggris juga mengumumkan rencana kebijakan serupa. Pinwheel Home hadir sebagai solusi bagi orang tua yang ingin anak tetap bisa berkomunikasi secara mandiri tanpa harus terpapar gawai pintar dan media sosial.
Pinwheel Home adalah pilihan tepat bagi orang tua yang ingin memperkenalkan telepon pada anak usia dini dengan kontrol keamanan penuh. Untuk anak yang sudah lebih besar atau membutuhkan akses internet, smartphone ramah anak dari Pinwheel atau merek lain mungkin lebih sesuai.