MEDAN — Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Sumatera Utara yang sempat memicu keresahan warga kini mulai terurai. Komisi B DPRD Sumut menilai respons cepat pemerintah dan operator BBM menjadi kunci utama dalam mengembalikan situasi ke kondisi normal.
Penyebab Antrean: Lonjakan Permintaan hingga Gangguan Distribusi
Hariyanto menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan antrean terjadi. Selain musim liburan yang meningkatkan permintaan, masalah operasional mobil tangki dan distribusi ikut memengaruhi kelancaran pasokan BBM ke SPBU.
"Kemudian permasalahan distribusi, operasional mobil tangki serta masalah musim liburan sehingga terjadi peningkatan permintaan dari masyarakat," ujarnya di Medan, pekan ini.
DPRD Panggil Seluruh Pemangku Kepentingan
Untuk memitigasi kejadian serupa, Komisi B telah memanggil seluruh pihak terkait. Rapat koordinasi digelar bersama Hiswana Migas Sumut, Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) RI Sumut, dan Pertamina Patra Niaga.
"Kita sudah panggil. Kita berkoordinasi dan menanyakan kendala-kendala untuk memitigasi ke depan agar tidak terjadi kembali," jelas Hariyanto.
Pertamina Diminta Percepat Perbaikan Terminal Belawan
DPRD Sumut mendorong Pertamina Patra Niaga untuk segera menuntaskan perbaikan Terminal Belawan. Infrastruktur ini dinilai vital dalam menjamin kelancaran distribusi BBM ke seluruh Sumatera Utara.
"Harapannya, ini harus dipantau terus dan jangan terjadi kembali antrean BBM yang panjang," pungkasnya.
Isu di Masyarakat Harus Diredam dengan Transparansi
Hariyanto menekankan pentingnya komunikasi publik yang terbuka dari Pertamina. Menurutnya, banyak isu liar yang beredar di tengah masyarakat saat antrean terjadi, dan hal itu bisa dicegah dengan transparansi informasi.
"Jika ada permasalahan, disampaikan dengan cepat dan terbuka sehingga masyarakat tidak resah. Dengan kondisi antrean sudah mulai terurai, ia meminta Pertamina harus menjaga stabilitas," ungkapnya.
Ia menambahkan, BBM adalah urat nadi ekonomi Sumut. Jika distribusi terganggu, pertumbuhan ekonomi ikut terhambat. Oleh karena itu, Pertamina diminta memastikan perhitungan kebutuhan BBM di Sumut tepat agar isu-isu negatif tidak kembali mencuat.