MEDAN — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumatera Utara bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) menggelar inspeksi bersama di jalur kereta api antara Stasiun Rantauprapat Baru hingga Stasiun Aek Nabara. Lintasan sepanjang 18,5 kilometer itu merupakan bagian dari proyek pembangunan jalur KA Rantauprapat-Kota Pinang yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Proyek PSN yang Sempat Terhenti Pandemi
Manajer Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, di Medan, Minggu, menjelaskan pembangunan jalur yang ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) Trans Sumatera ini dimulai sejak 2017. Namun, proyek tersebut terhenti akibat pandemi Covid-19 pada tahun 2020 lalu.
"Pembangunan jalur yang ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) Trans Sumatera ini dimulai sejak 2017 dan terhenti karena adanya pandemi Covid-19 pada tahun 2020 lalu," kata Anwar.
Pemeriksaan Infrastruktur dan Mitigasi Risiko Vandalisme
Dalam inspeksi tersebut, tim melihat langsung kondisi prasarana mulai dari jalur rel, jembatan, hingga fasilitas stasiun. Selain memeriksa kelaikan teknis, tinjauan bersama ini juga bertujuan untuk memitigasi risiko keamanan serta menjaga aset perkeretaapian dari aksi vandalisme oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, seluruh aset perkeretaapian, termasuk jalur, stasiun, dan prasarana pendukungnya merupakan Objek Vital Nasional (Obvitnas). Fungsinya menyangkut hajat hidup orang banyak serta kepentingan strategis negara.
Kenapa Jalur Ini Mendesak Dioperasikan?
Kesiapan operasional jalur baru itu cukup dibutuhkan seiring dengan pertumbuhan volume penumpang yang tinggi di Stasiun Rantauprapat. Stasiun tersebut relnya terhubung langsung dengan jalur Rantauprapat Baru-Aek Nabara.
"Penjagaan dan pengawasan ini kami maksudkan agar jika sewaktu-waktu jalur ini akan diaktifkan dan digunakan untuk operasional kereta api, seluruh aspeknya telah memenuhi syarat, terutama dari sisi keselamatan perjalanan," kata Anwar.