Pencarian

Tokoh Melayu Syarifuddin Siba Ajak ISMI Sumut Jadi Motor Transformasi, Tinggalkan Romantisme Masa Lalu

Jumat, 24 Juli 2026 • 10:49:01 WIB
Tokoh Melayu Syarifuddin Siba Ajak ISMI Sumut Jadi Motor Transformasi, Tinggalkan Romantisme Masa Lalu
Sekretaris Jenderal DPP MABIN Syarifuddin Siba menyampaikan orasi dalam Seri Diskusi PW ISMI Sumatera Utara di Medan.

MEDAN — Masyarakat Melayu diminta tak lagi larut dalam romantisme kejayaan masa lalu. Sebaliknya, kata Syarifuddin Siba, seluruh potensi yang dimiliki harus dikelola melalui perubahan cara berpikir dan kolaborasi lintas sektor.

“Melayu tidak boleh hanya mengenang kejayaan masa lalu. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita membangun masa depan melalui transformasi,” ujar Sekretaris Jenderal DPP Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABIN) itu dalam Seri Diskusi PW ISMI Sumatera Utara.

Empat Pilar Transformasi yang Disorot

Menurut Syarifuddin, transformasi harus menyasar empat aspek sekaligus: penguatan sumber daya manusia, pendidikan, penguasaan teknologi, dan pelestarian budaya yang adaptif. Ia menekankan bahwa pelestarian budaya tidak boleh membuat Melayu tertinggal dari perkembangan ilmu pengetahuan dan ekonomi global.

“Semua potensi yang kita miliki harus disinergikan agar masyarakat Melayu mampu menjadi tuan di negerinya sendiri,” tegasnya.

ISMI Bukan Sekadar Wadah Berkumpul

Syarifuddin menaruh harapan besar pada PW ISMI Sumatera Utara. Lembaga yang menghimpun para sarjana Melayu itu, kata dia, tidak boleh berhenti sebagai tempat berhimpun. ISMI harus melahirkan gagasan, membangun kolaborasi, dan menggerakkan masyarakat.

“Saya berharap ISMI tidak hanya menjadi wadah berhimpunnya para sarjana Melayu, tetapi menjadi penggerak perubahan,” ucapnya.

Peta Jalan Kesarjanaan Melayu Disusun

Diskusi yang digelar PW ISMI Sumut ini merupakan bagian dari penyusunan Peta Jalan Kesarjanaan Melayu Indonesia. Dokumen itu diarahkan untuk memperkuat kontribusi intelektual Melayu melalui riset, digitalisasi warisan budaya, dan penguatan peran organisasi dalam menjawab tantangan masa depan.

Syarifuddin menambahkan, pembangunan peradaban Melayu membutuhkan sinergi semua elemen: akademisi, tokoh adat, pemerintah, generasi muda, hingga komunitas budaya. “Kalau semua kekuatan itu bergerak bersama, saya optimistis masyarakat Melayu tidak hanya mampu menjaga identitas budayanya, tetapi juga tampil sebagai kekuatan yang berkontribusi dalam pembangunan bangsa,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: kaldera.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks