MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyaksikan langsung penandatanganan nota kesepahaman antara PT PPSU dengan Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Kamis (23/7). Ia menyebut kerja sama ini sebagai wujud kolaborasi menghadirkan pembangunan berkelanjutan di Sumut.
Dua Sektor Prioritas: Mesin Cuci Darah dan PLTS
MoU ini mencakup dua sektor utama. Pertama, penyediaan 200 unit mesin cuci darah untuk memperkuat layanan kesehatan di Sumatera Utara. Kedua, pembangunan PLTS berkapasitas 300 megawatt sebagai bagian dari transisi energi hijau.
Gubernur Bobby Nasution mengatakan kerja sama ini menjadi langkah nyata untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. "Ini menjadi awal dari semakin banyak investasi hadir di Sumatera Utara, terbuka lapangan kerja baru, serta tercipta lebih banyak peluang yang mendorong pertumbuhan ekonomi," ucapnya.
Beralih ke Sektor Swasta: Peluang Investasi Baru
Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, menjelaskan bahwa selama ini proyek-proyek di Sumut masih didominasi skema government to government (G to G) atau BUMN ke BUMN. Kali ini, pihaknya mengajak pelaku usaha Tiongkok untuk berinvestasi melalui skema private to private.
"Beberapa proyek sudah berjalan di Sumatera Utara, tetapi kebanyakan masih dalam G to G atau BUMN ke BUMN. Kali ini kita beralih ke private to private melalui governance. Mudah-mudahan ini awal yang baik membuka peluang investasi," ujar Djauhari.
Transformasi PPSU: Investasi Strategis dan Transparan
Direktur Utama PPSU Ferry Indra mengaku pihaknya telah bertransformasi melalui investasi strategis dan berkomitmen menciptakan nilai tambah secara profesional serta transparan. Ia menilai inisiatif kesehatan dan energi berkelanjutan menjadi peluang untuk melanjutkan kerja sama yang baik.
"MoU hari ini menghasilkan international economic partnership," kata Ferry.
Sementara itu, Perwakilan PT CNEC Engineering Indonesia Xu Qifei mengatakan penandatanganan MoU ini merupakan upaya memperkuat berbagai potensi agar masuk dalam peta kerja sama strategis Indonesia-Tiongkok. Menurutnya, melalui Indonesia-China Partnership Forum, akan terbuka peluang investasi dan kerja sama yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.