MEDAN — Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dr. H. Agus Taufiqurrahman menyerukan UMSU menjadi kampus seunggul-unggulnya saat melantik empat wakil rektor periode 2026–2030 di Medan, Sabtu (25/7). Ia menekankan keunggulan moral, spiritual, dan dampak bagi masyarakat sebagai pembeda dari perguruan tinggi lain.
“Unggul secara moral, spiritual, dan memberi dampak bagi masyarakat. Pembedanya adalah nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” ujarnya dalam sambutan.
Empat Wakil Rektor: Komposisi dan Tugas Baru
Empat wakil rektor yang dilantik adalah Dr. Marah Doly Nasution, M.Si sebagai Wakil Rektor Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Pendidikan, Pengajaran, dan Digitalisasi; Prof. Dr. Muhammad Qorib, M.A. (Sumber Daya dan Keuangan); Dr. Faisal, S.H., M.Hum. (Kemahasiswaan dan Alumni); serta Dr. Rudianto, S.Sos., M.Si. (Riset, Inovasi, Pengabdian, dan Internasionalisasi). Pelantikan disaksikan Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Ahmad Muttaqin.
Akuisisi Rp65 Miliar dan Target Muktamar ke-49
Taufiqurrahman mengapresiasi langkah UMSU mengakuisisi kampus STIKES Indah Medan senilai Rp65 miliar lebih. Menurutnya, ini modal penting menuju keunggulan. Ia juga berharap UMSU sukses menjadi tuan rumah Muktamar Muhammadiyah ke-49.
“Kami berharap UMSU benar-benar mempersiapkan Muktamar dengan sebaik-baiknya sehingga menjadi muktamar yang teladan,” ujarnya.
Arti Unggul Versi Muhammadiyah: Bukan Sekadar Akreditasi
Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Ahmad Muttaqin menegaskan filosofi keunggulan di Muhammadiyah bukan sekadar sertifikasi akreditasi. “Berkemajuan melalui tata kelola digital, kurikulum masa depan, daya saing global, keberlanjutan, berdampak, diminati, dan laku,” jelasnya.
Ia menitipkan harapan para wakil rektor baru menjadi ”the dream team” yang mampu mewujudkan visi misi. “Roda gila transformasi membutuhkan kemampuan beradaptasi, memecahkan masalah, membangun resiliensi, dan memperkuat kapasitas kepemimpinan,” tambahnya.
Visi Baru: Kampus Digital Berkelas Dunia
Rektor UMSU Prof. Akrim menyampaikan pelantikan ini bagian dari regenerasi kepemimpinan dan penyempurnaan struktur organisasi. Ia menetapkan visi baru: menjadikan UMSU sebagai kampus digital berkelas dunia yang unggul dalam riset dan inovasi berdampak, tetap berlandaskan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Delapan program prioritas hingga 2030 disusun secara bertahap, dengan program pertama menyukseskan Muktamar Muhammadiyah. “Perubahan komposisi wakil rektor dilakukan karena tantangan sudah berubah. Struktur organisasi harus menyesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai,” ujar Prof. Akrim.