SUMATERA UTARA — Kekalahan 1-2 dari Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 menjadi titik nadir baru bagi Brasil. Dua dekade tanpa gelar juara sejak 2002, kini bahkan tembus final saja terasa jauh. Kaka, salah satu ikon tim juara 2002, angkat bicara.
Kritik Pedas Kaka: “Kami Tertinggal dari Tim Lain”
Ricardo Izecson dos Santos Leite, yang akrab disapa Kaka, mengaku pilu melihat performa Brasil di Piala Dunia tahun ini. Menurutnya, masalah bukan sekadar hasil di lapangan, melainkan cara federasi dan klub membangun tim.
“Piala Dunia kemarin menunjukkan kalau tim kami tertinggal. Kami harus memikirkan kembali cara federasi dan tim ini bekerja,” cetusnya dilansir dari Tribuna.
Perbandingan dengan Spanyol: 20 Pemain dari Olimpiade
Kaka menyoroti contoh regenerasi sukses yang dilakukan Spanyol. Ia mengingatkan bahwa mayoritas pemain Spanyol di Piala Dunia 2026 adalah mereka yang pernah tampil di final Olimpiade beberapa tahun sebelumnya.
“Jika saya tidak salah, 20 pemain Spanyol yang main di Piala Dunia adalah mereka yang dulu menghadapi Brasil di final Olimpiade. Artinya, regenerasinya berkembang baik,” paparnya.
Proyek Jangka Panjang ala Maroko dan Prancis
Selain Spanyol, Kaka juga menunjuk Maroko dan Prancis sebagai negara yang patut ditiru. Ia menilai kedua tim tersebut memiliki perencanaan matang dalam mengembangkan pemain muda, mulai dari tingkat federasi hingga klub.
“Maroko, Prancis, dan Spanyol adalah contoh yang harus kami ikuti. Federasi dan tiap klub harus berpikir bersama tentang proyek jangka panjang dan mengembangkan pemain muda,” sambungnya.
Seruan untuk Evaluasi Total
Pemilik 92 caps untuk Brasil itu mendesak federasi melakukan analisis menyeluruh. Tanpa rencana jangka panjang, ia khawatir Brasil akan terus tertinggal.
“Kami membutuhkan analisis menyeluruh dan rencana jangka panjang,” tutup Kaka, yang ikut mengangkat trofi Piala Dunia 2002.