Sumatra Investment Day 2026 mempertemukan pemerintah pusat, pemda, investor, dan pemilik proyek untuk memperkuat posisi Sumatera sebagai kawasan investasi yang kompetitif. Forum yang digelar Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara ini menargetkan realisasi investasi berkualitas yang mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Pertumbuhan Sumatera Capai 5,13%, Inflasi Terjaga
Kepala Perwakilan BI Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, menyebut Sumatera memiliki keunggulan strategis, mulai dari posisi geografis di jalur perdagangan maritim internasional hingga potensi ekonomi yang terus tumbuh. "Perekonomian Sumatera pada tahun 2026 tercatat tumbuh 5,13% (yoy) dan diprakirakan tetap berada di atas 5 persen, dengan inflasi yang terjaga pada kisaran sasaran 2,5% ± 1%," ujarnya.
Menurut Ameriza, forum ini menjadi momentum untuk mempercepat realisasi investasi. Ia mengajak investor memanfaatkan peluang investasi unggulan yang dipromosikan melalui sesi one-on-one meeting dengan para pemilik proyek.
Proyek Strategis Harus Berdampak ke UMKM
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, menegaskan bahwa potensi sumber daya alam dan proyek strategis di Sumatera sangat besar. "Pengembangan investasi diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat daya saing UMKM, mengembangkan komoditas unggulan daerah, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui proses investasi yang cepat, transparan, dan akuntabel," urainya mewakili Gubernur Sumut.
BI Siapkan Likuiditas dan Insentif Makroprudensial
Departemen Regional BI, Tri Yanuarti, menambahkan bahwa investasi tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Sumatera. Untuk mendukung hal itu, BI terus memperkuat bauran kebijakan melalui penjagaan likuiditas, penyempurnaan insentif likuiditas makroprudensial, pelonggaran kebijakan makroprudensial, percepatan digitalisasi sistem pembayaran, serta pengembangan UMKM dan ekonomi-keuangan inklusif. Upaya ini diperkuat sinergi promosi investasi lewat Investor Relations Unit (IRU), Regional Investor Relations Unit (RIRU), dan Global Investor Relations Unit (GIRU).
Pariwisata Fokus pada Quality Tourism
Sementara itu, Plt Deputi Bidang Industri dan Investasi, Rizki Handayani, menjelaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata ke depan akan berfokus pada quality tourism. Langkah ini mendorong peningkatan nilai belanja wisatawan melalui pengembangan wisata budaya, ekowisata, wisata alam, kuliner, wellness tourism, dan bleisure tourism.
"Melalui Sumatra Investment Day 2026, Bank Indonesia bersama para pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif guna mendorong transformasi ekonomi Sumatera yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan," pungkas Rizki.