Pencarian

24 Pesepak Bola Muda Sumut Gagal ke Liga Top Skor, Orangtua Setor Rp 5,5 Juta per Anak – Tiket Tak Kunjung Ada, Panitia Hilang

Senin, 27 Juli 2026 • 21:46:31 WIB
24 Pesepak Bola Muda Sumut Gagal ke Liga Top Skor, Orangtua Setor Rp 5,5 Juta per Anak – Tiket Tak Kunjung Ada, Panitia Hilang
Sejumlah orang tua menunggu kepastian keberangkatan anak mereka di Bandara Kualanamu, Medan, Minggu (27/7/2026).

MEDAN — Umasari Siregar duduk lesu di ruang tunggu Bandara Kualanamu, Minggu siang. Sejak pukul 08.00 WIB, ia dan putranya yang berusia 14 tahun menanti kepastian keberangkatan ke Bogor. Tak ada tiket. Tak ada petugas panitia. Hingga pukul 12.00 WIB, harapan itu pupus.

Nama Tak Tercatat, Tiket Tak Ada

Kecurigaan Umasari terjawab setelah ia mendatangi konter maskapai Lion Air. "Setelah kami tanyakan ke pihak Lion Air, ternyata nama anak-anak kami sama sekali tidak terdaftar sebagai penumpang yang akan berangkat ke Bogor. Di situlah kami benar-benar kecewa," ujarnya, Senin (27/7/2026).

Uang Rp 5,5 juta telah ia setorkan kepada Ketua Panitia Pelaksana Liga Top Skor Regional Sumatera Utara, Darma Riyadi. Nominal itu disebut sebagai biaya administrasi dan tiket. "Kami diminta menyetor administrasi sebesar Rp5,5 juta. Karena saya mendukung anak, saya bayarkan," kata Umasari.

Jadwal Berubah Dua Kali, Orangtua Mulai Curiga

Rombongan awalnya dijadwalkan terbang dari Bandara Kualanamu pada Sabtu (25/7/2026). Tanpa pemberitahuan resmi, keberangkatan dibatalkan. Para orangtua mendapat kabar jadwal diundur ke Minggu pagi.

"Awalnya kami dijanjikan berangkat hari Sabtu, tetapi kemudian diundur ke hari Minggu. Saat itu sebenarnya saya sudah mulai curiga," ungkap Umasari.

Harapan sempat muncul kembali saat mereka diminta datang ke bandara Minggu pagi. Namun, jadwal penerbangan kembali berubah menjadi siang hari. Sampai akhirnya, kepastian pahit itu tiba: tak satu pun dari 24 pemain muda itu terdaftar sebagai penumpang.

Dana Rp 132 Juta: Kemana Larinya?

Jika seluruh 24 pemain membayar biaya yang sama, total dana yang telah disetorkan kepada panitia mencapai Rp 132 juta. Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Darma Riyadi maupun pihak panitia Liga Top Skor Regional Sumut soal penggunaan dana tersebut. Para orangtua juga belum mendapatkan kepastian mengenai pengembalian uang.

Para pemain muda ini sebelumnya dijanjikan tampil sebagai bagian dari Tim TSI Sumut atau Top Skor Indonesia Sumut pada kompetisi tingkat nasional. Kegagalan keberangkatan itu kini viral di media sosial dan memicu kekecewaan luas dari para orangtua serta pemain yang sudah bermimpi bertanding di level nasional.

Bagikan
Sumber: medan.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks