Pencarian

Ekonomi Sumatera Utara Diproyeksikan Tumbuh 4,9-5,7 Persen pada 2026, BI Sebut Didorong Ekspor CPO dan Proyek Strategis

Jumat, 07 Agustus 2026 • 21:32:01 WIB
Ekonomi Sumatera Utara Diproyeksikan Tumbuh 4,9-5,7 Persen pada 2026, BI Sebut Didorong Ekspor CPO dan Proyek Strategis
Ekonomi Sumatera Utara diproyeksikan tumbuh 4,9 hingga 5,7 persen pada 2026, didorong ekspor CPO dan proyek strategis.

MEDAN — Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara meyakini perekonomian daerah tetap resilien di tengah perlambatan global. Hingga akhir tahun ini, pertumbuhan ekonomi Sumut diproyeksikan mencapai 4,9% hingga 5,7%, melanjutkan tren positif yang sudah terlihat pada triwulan kedua.

“Kami masih meyakini tahun 2026 ini, sampai akhir tahun, Sumatera Utara masih bisa tumbuh antara 4,9% sampai 5,7%. Jadi bisa dikatakan pertumbuhan 2026 ini akan lebih baik daripada 2025,” ujar Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara, Ameriza Ma’ruf Moesa, di Medan, Jumat (7/8/2026).

Efek Basis Rendah dan Harga CPO Jadi Penopang Utama

Salah satu pendorong utama adalah efek basis rendah (base effect). Pemulihan operasional pascabencana alam yang tahun lalu menekan angka produksi kini telah berjalan normal.

“Prospek produksi dan harga minyak kelapa sawit (CPO) sebagai komoditas unggulan Sumut diproyeksikan tetap kuat serta berdaya saing di pasar global,” kata Ameriza.

Selain itu, keberlanjutan proyek pemerintah seperti Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), Proyek Strategis Nasional (PSN), pembangunan kawasan industri, hingga program pemulihan infrastruktur turut mengerek optimisme. Geliat penyelenggaraan event berskala nasional dan internasional, seperti Munas Apeksi dan turnamen sepak bola AFF, juga dinilai mendongkrak aktivitas ekonomi lokal.

Triwulan II-2026: Ekspor Melesat dan Investasi Naik Hampir Dua Kali Lipat

Optimisme tersebut sejalan dengan realisasi data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Triwulan II-2026. Di saat ekonomi global melambat akibat eskalasi konflik geopolitik, ekonomi Sumut justru tumbuh 5,06% (yoy), meningkat dari 4,98% pada triwulan sebelumnya.

Lonjakan kinerja ekspor menjadi motor utama, melesat dari 2,67% menjadi 7,39%. Hal ini seiring tingginya permintaan CPO di pasar luar negeri dan penyesuaian nilai tukar.

Dampak berantainya terasa hingga ke sektor industri pengolahan yang tumbuh dari 1,53% ke 1,96%, serta sektor pertanian yang naik dari 0,41% ke 1,61%. Dari sisi permintaan, realisasi investasi tercatat naik drastis dari Rp301 miliar menjadi Rp545 miliar.

Inflasi Diprediksi Kembali ke Sasaran 2,5% ± 1%

Selain pertumbuhan, BI Sumut juga memproyeksikan tingkat inflasi daerah akan kembali terkendali. Tahun lalu, inflasi Sumut tercatat 4,66% atau berada di atas target akibat dampak bencana dan dinamika harga.

“Namun untuk tahun 2026 ini, kami perkirakan inflasi akan kembali normal,” pungkas Ameriza.

Konsumsi rumah tangga yang terjaga, ditopang peningkatan kunjungan wisatawan dan pengeluaran pemerintah, diproyeksikan tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara hingga akhir tahun.

Follow kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mimbarumum.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks