Pencarian

Bukan Cuma Danau Toba, Ini 5 Wisata Alam Sumatera Utara yang Masih Sepi Peminat

Senin, 10 Agustus 2026 • 12:24:31 WIB
Bukan Cuma Danau Toba, Ini 5 Wisata Alam Sumatera Utara yang Masih Sepi Peminat
Tempat wisata tersembunyi di Sumatera Utara. (Foto: NET)

SUMATERA UTARA - Danau Toba, Samosir, Medan, dan Bukit Lawang memang jadi ikon wisata Sumatera Utara. Namun provinsi ini masih menyimpan kekayaan alam lain berupa pegunungan, hutan hujan tropis, air terjun, desa di tepi danau, hingga sumber panas bumi yang tersebar di sejumlah kabupaten.

Kondisi tersebut membuka ruang bagi konsep liburan singkat tanpa perlu perjalanan jauh berhari-hari, khususnya bagi wisatawan yang berdomisili di Medan dan sekitarnya, meski waktu tempuh tetap mengikuti kondisi jalan dan jarak lokasi.

Lima tempat berikut menghadirkan karakter yang saling berbeda dan relatif lebih tenang dari objek wisata utama Sumut, meski beberapa di antaranya sebenarnya sudah cukup dikenal.

Lima Destinasi Pilihan untuk Liburan Singkat

1. Air Terjun Ponot di Kabupaten Asahan

Berada di Desa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan, Ponot memiliki ketinggian sekitar 250 meter. Pemerintah Kabupaten Asahan telah melengkapi kawasan ini dengan musala, gapura, dan lahan parkir.

Ketinggian tebing membuat debit air yang jatuh terasa kuat dan menciptakan suara gemuruh yang dominan, diperkuat vegetasi hijau di sekelilingnya yang menghadirkan nuansa alami. Percikan air dari hantaman ke bebatuan turut memberi kesejukan tambahan saat debit sedang tinggi, sekaligus jadi objek menarik bagi fotografer alam.

Aktivitas di sini tidak perlu rumit — cukup menikmati panorama, mengambil foto, atau beristirahat di zona aman. Namun kondisi bebatuan licin dan debit air deras, terutama saat hujan di kawasan hulu, tetap harus diwaspadai. Berangkat pagi disarankan agar waktu berkeliling lebih leluasa.

2. Tangkahan di Kabupaten Langkat

Masuk wilayah Taman Nasional Gunung Leuser, Tangkahan dikenal sebagai kawasan ekowisata yang memadukan hutan tropis, sungai, satwa, dan program konservasi.

Indonesia Travel mencatat kegiatan yang tersedia meliputi trekking hutan, bermain air di sungai, hingga berinteraksi dengan gajah Sumatra yang berada dalam program konservasi bersama masyarakat lokal.

Nilai utamanya terletak pada kedekatan dengan ekosistem hutan hujan sekaligus pemahaman relasi masyarakat-satwa-konservasi. Semua interaksi dengan gajah Sumatra harus mengikuti arahan pengelola karena satwa ini bukan sarana hiburan.

Untuk perjalanan akhir pekan yang lebih maksimal, idealnya dialokasikan dua hari satu malam mengingat jarak tempuh darat dari Medan cukup jauh, sehingga keberangkatan pagi menjadi pilihan yang masuk akal.

3. Kawasan Silalahi-Paropo di Kabupaten Dairi

Sisi Silahisabungan menghadirkan Danau Toba dari perspektif berbeda, memadukan perbukitan, tepian danau, desa, dan budaya lokal. Desa Wisata Silalahi I terdaftar dalam Jejaring Desa Wisata Kementerian Pariwisata dan termasuk Geosite Silahisabungan yang kaya nilai geologi dan budaya.

Adapun Desa Wisata Paropo Induk berdiri di pesisir Danau Toba dengan kontur berbukit, dengan warganya bergerak di sektor pariwisata, pertanian, dan perikanan.

Dinas Pariwisata Kabupaten Dairi mencatat kawasan Tao Silalahi mencakup pesisir beberapa desa — Silalahi I, II, III, dan Paropo — yang juga memiliki palung Danau Toba terdalam.

Wisatawan bisa menikmati matahari terbit dari tepian danau, berkemah di titik yang diizinkan, atau menikmati lanskap sekaligus budaya, kuliner, dan kerajinan setempat.

4. Aek Sijorni di Kabupaten Tapanuli Selatan

Berlokasi di Desa Aek Libung, Kecamatan Sayur Matinggi, Aek Sijorni terkenal dengan aliran air bertingkat yang jernih. Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional mencatatnya sebagai atraksi wisata alam dan tirta yang telah diverifikasi Dinas Pariwisata setempat, lengkap dengan fasilitas pendukungnya.

Nama Sijorni menggambarkan kejernihan airnya yang mengalir di atas permukaan batu, membentuk undakan alami yang dikelilingi pepohonan tropis rimbun.

Fakta bahwa Aek Sijorni cukup ramai saat akhir pekan dan musim liburan membuktikan istilah hidden gem tak selalu identik dengan sepi pengunjung. Bagi yang mencari suasana tenang, kunjungan pagi hari atau di luar musim libur panjang jadi pilihan lebih tepat.

5. Kawah Putih Tinggi Raja di Kabupaten Simalungun

Terletak di Desa Dolok Marawa, Kecamatan Silau Kahean, kawasan ini berada dalam Cagar Alam Dolok Tinggi Raja seluas sekitar 167 hektare berdasarkan catatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional mencatat destinasi ini sebagai atraksi wisata alam dan petualangan dengan fasilitas yang masih relatif terbatas, sehingga persiapan perjalanan penting diperhatikan.

Aktivitas panas bumi di lokasi ini membentuk endapan mineral dan batuan berwarna putih, dipadukan kolam air panas kebiruan yang kontras — fenomena yang kerap disebut "salju panas" karena rupa putih formasinya, meski bukan salju sebenarnya.

Sebagai kawasan konservasi sekaligus lingkungan panas bumi aktif, pengunjung dilarang mendekati sumber air panas sembarangan dan wajib menjaga kelestarian dengan tidak mengambil batuan, tidak membuang sampah, serta tetap di jalur yang diizinkan.

Yang Perlu Disiapkan Sebelum Berangkat

Pastikan kondisi jalan dan cuaca aman sebelum berangkat, terutama menuju kawasan pegunungan yang rawan hujan dan longsor. Susun jadwal secukupnya — satu destinasi utama dengan tambahan di jalur yang sama sudah memadai. Keberangkatan pagi membantu menghindari kepadatan lalu lintas akhir pekan.

Bawa uang tunai karena fasilitas pembayaran digital di beberapa lokasi masih minim, serta lengkapi diri dengan sepatu antiselip, jas hujan, pakaian ganti, pelindung matahari, obat pribadi, air minum, dan kantong sampah. Patuhi aturan konservasi khususnya di Tangkahan dan Tinggi Raja, dan utamakan keselamatan dibanding sekadar berburu foto di area tebing, arus deras, sumber air panas, atau permukaan licin.

Dari gemuruh Ponot di Asahan, kehijauan hutan konservasi Tangkahan di Langkat, panorama Danau Toba dari Dairi, aliran jernih Aek Sijorni di Tapanuli Selatan, hingga fenomena panas bumi Tinggi Raja di Simalungun — kelima destinasi ini menunjukkan betapa beragamnya wajah Sumatera Utara di luar jalur wisata populer.

Follow kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks