Pencarian

Ekonomi RI Tumbuh 5,45% di Semester I 2026, Airlangga Siapkan Bantuan Beras untuk 4 Kelompok Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 • 18:31:01 WIB
Ekonomi RI Tumbuh 5,45% di Semester I 2026, Airlangga Siapkan Bantuan Beras untuk 4 Kelompok Masyarakat
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I 2026 mencapai 5,45 persen secara tahunan.

SUMATERA UTARA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap solid. Klaim tersebut disampaikan merespons kekhawatiran perlambatan ekonomi, dengan acuan pertumbuhan semester I 2026 yang mencapai 5,45% secara tahunan.

"Ini salah satu pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam 13 tahun terakhir, jadi ekonominya (tumbuh) tinggi," ujar Airlangga di Kementerian Perdagangan, Kamis (27/8).

Penjualan Mobil Listrik dan Hybrid Naik 80% Jadi Bukti Daya Beli

Airlangga menyebutkan indikator lain yang menunjukkan ekonomi berjalan normal adalah sektor otomotif. Penjualan kendaraan listrik (EV) dan kendaraan hybrid tercatat melonjak 80% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Jadi kalau kami lihat sebetulnya (kondisi) perekonomian masih berjalan sesuai jalur dan indeks keyakinan konsumen juga masih di atas 100," katanya.

Meski optimistis, pemerintah tetap menyiapkan stimulus untuk mengamankan daya beli masyarakat kelas bawah. Bantuan beras akan menyasar kelompok desil 1-4, kategori yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dan diverifikasi Kementerian Sosial. Desil 1 adalah kelompok paling rentan, sementara desil 10 adalah kelompok paling sejahtera.

Kuartal II Tumbuh 5,29%, Melambat dari Kuartal Sebelumnya

Data BPS mencatat produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp3.447,7 triliun pada kuartal II 2026. Realisasi pertumbuhan year-on-year (yoy) berada di angka 5,29%, lebih rendah dari capaian kuartal I 2026 yang sebesar 5,5%.

Angka tersebut juga berada di bawah proyeksi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang memperkirakan pertumbuhan 5,4%. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, menjelaskan secara kuartalan (q-to-q) ekonomi tumbuh 3,63%.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 secara tahunan tumbuh 5,29%, sedangkan jika dibandingkan kuartal I atau q to q tumbuh 3,63%," jelas Edy dalam konferensi pers, Rabu (5/8).

Pertambangan Satu-satunya Sektor yang Terkontraksi

Dari sisi lapangan usaha, hampir seluruh sektor mencatat pertumbuhan positif. Sektor pertambangan menjadi pengecualian dan mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun lima sektor utama penyumbang PDB nasional adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, serta pertambangan. Kelima sektor ini berkontribusi sekitar 63,73% terhadap total PDB Indonesia. Pola pertumbuhan kuartalan dinilai BPS masih sejalan dengan siklus musiman tahun-tahun sebelumnya, dan capaian kuartal II 2026 tercatat lebih baik dibandingkan periode yang sama di 2025.

Follow kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks