Ekonom Universitas Sumatera Utara (USU) Wahyu Ario Pratomo menilai industri halal di Sumatera Utara berpotensi berkembang pesat karena posisinya sebagai pusat perdagangan di wilayah Sumatera bagian utara. Akses langsung ke pasar Malaysia, Singapura, dan negara ASEAN lainnya menjadi modal utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru di daerah itu.
MEDAN — Ekonom Universitas Sumatera Utara (USU) Wahyu Ario Pratomo menyebut posisi strategis Sumatera Utara sebagai pintu gerbang perdagangan membuka peluang besar bagi pengembangan industri halal. Akses ke pasar Malaysia, Singapura, dan negara ASEAN lain menjadi keunggulan yang belum tentu dimiliki daerah lain.
Menurut Wahyu, sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang beragam di Sumut bisa menjadi fondasi utama. Komoditas tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai tambah seperti makanan olahan, kopi, produk berbasis kelapa, hingga hasil laut dan makanan tradisional.
Modal Utama: Sumber Daya Alam dan Posisi Geografis
Kekayaan alam Sumatera Utara dinilai belum tergarap maksimal. Padahal, potensi hilirisasi dari bahan mentah menjadi produk siap konsumsi sangat besar untuk bersaing di pasar ekspor.
Wahyu mencontohkan beberapa produk yang punya peluang besar, di antaranya makanan siap saji, produk beku, bumbu, dan makanan tradisional. Semua produk ini bisa dipasarkan ke negara tetangga dengan memanfaatkan kedekatan geografis.
Sertifikasi Halal Bukan Hanya Soal Agama, Tapi Juga Kualitas
Wahyu menegaskan bahwa sertifikasi halal memiliki dampak lebih luas daripada sekadar kepatuhan terhadap ketentuan agama. Sertifikat ini menjadi penanda kualitas proses produksi yang mampu meningkatkan kepercayaan konsumen.
“Sertifikasi halal juga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, memberikan kepastian terhadap kualitas proses produksi, serta membuka peluang masuk ke pasar yang lebih luas,” kata Wahyu di Medan, Kamis.
Dukungan dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dinilai sejalan. Lembaga itu menegaskan bahwa sertifikasi halal memberikan nilai tambah, memperluas akses pasar, dan memperkuat daya saing usaha.
Industri Halal Bisa Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru
Jika dikembangkan secara terintegrasi, dampaknya akan terasa langsung pada perekonomian daerah. Pasar baru bisa terbuka lebar, baik melalui ritel modern, pengadaan pemerintah, jaringan hotel dan restoran, maupun pasar ekspor.
“Karena itu, ekonomi halal dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Sumatera Utara jika dikembangkan berbasis produksi, hilirisasi, inovasi dan perluasan pasar,” ucapnya.
Wahyu menambahkan, keberhasilan pengembangan industri ini tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan baku. Aspek lain seperti keamanan pangan, kemasan, standar produk, kapasitas produksi, harga kompetitif, branding, dan pemasaran digital juga harus menjadi perhatian para pelaku usaha.