Pencarian

4 Subsektor Pertanian Sumut Alami Kenaikan, Nilai Tukar Petani Agustus 2026 Tembus 156,96

Rabu, 02 September 2026 • 22:20:01 WIB
4 Subsektor Pertanian Sumut Alami Kenaikan, Nilai Tukar Petani Agustus 2026 Tembus 156,96
Petani memanen gabah di sawah saat Nilai Tukar Petani Sumatera Utara tercatat 156,96 pada Agustus 2026.

MEDAN — Nilai Tukar Petani (NTP) Sumatera Utara tercatat tumbuh positif pada Agustus 2026, didorong kenaikan harga jual gabah, jeruk, dan ayam ras pedaging di tingkat petani. Kepala BPS Provinsi Sumatera Utara Asim Saputra melaporkan NTP naik 0,01 persen menjadi 156,96, sementara Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) meningkat lebih tinggi 0,12 persen ke level 160,86.

Kenaikan ini menjadi sinyal perbaikan daya beli petani di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. Asim Saputra memaparkan, peningkatan NTP dipicu indeks harga yang diterima petani (It) yang naik 0,35 persen ke angka 200,00, lebih tinggi dibanding laju indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang juga tumbuh 0,35 persen ke 127,42.

Penyebab NTP Sumut Naik: Harga Gabah dan Jeruk Perkasa

Kenaikan indeks harga terima petani utamanya ditopang tiga komoditas unggulan: gabah, jeruk, dan ayam ras pedaging. Di sisi lain, kenaikan indeks harga bayar petani disumbang oleh daging ayam ras, pupuk urea, upah pemanenan, serta cabai rawit yang harganya meningkat di pasaran.

Asim menjelaskan secara lebih rinci dalam paparannya di Medan, Selasa (1/9), bahwa disparitas pertumbuhan antara harga jual dan biaya produksi ini menghasilkan surplus yang mendorong NTP ke zona positif.

Tanaman Hortikultura dan Peternakan Jadi Motor Utama

Dari lima subsektor utama, empat di antaranya mencatatkan penguatan bulanan. Tanaman hortikultura memimpin dengan pertumbuhan NTP 1,34 persen ke level 95,95, disusul subsektor peternakan yang naik 0,62 persen ke 92,50, dan tanaman pangan yang menguat 0,59 persen ke 107,55.

Kondisi serupa juga terjadi pada NTUP. Subsektor hortikultura mencatat kenaikan paling tajam sebesar 1,58 persen dari 98,13, diikuti tanaman pangan yang tumbuh 0,69 persen dari 111,05.

Indeks Biaya Produksi Ikut Naik, Upah Panen Tertekan

Asim membeberkan bahwa meskipun NTUP tumbuh positif, indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) juga meningkat 0,24 persen menjadi 124,33. Penyumbang terbesar kenaikan ini adalah kalium, upah pemanenan, oli, dan urea.

Artinya, meski pendapatan petani membaik, beban operasional di lapangan juga ikut menggerus keuntungan. Namun, pertumbuhan NTUP yang lebih tinggi dari NTP mengindikasikan efisiensi usaha tani masih terjaga.

Dengan tren positif ini, BPS Sumut optimistis sektor pertanian akan terus berkontribusi signifikan terhadap perekonomian dan ketahanan pangan provinsi pada kuartal ketiga 2026.

Follow kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks