MEDAN – Perwakilan Kementerian Keuangan Sumatera Utara (Sumut) melaporkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) regional Sumut hingga Februari 2026 mengalami defisit sebesar Rp8,95 triliun. Defisit ini terjadi akibat tingginya realisasi belanja negara yang mencapai 20,39% dari pagu, sementara pendapatan negara baru terealisasi 9,21%.
Kepala Perwakilan Kemenkeu Sumut, Rudy Rahmaddi, merinci bahwa total pendapatan negara hingga Februari baru terkumpul Rp3,84 triliun dari target Rp41,65 triliun. Di sisi lain, belanja negara sudah terserap sebesar Rp12,78 triliun dari total pagu Rp62,7 triliun.
Peningkatan belanja di awal tahun ini dipicu oleh efisiensi anggaran tahun sebelumnya dan percepatan Transfer ke Daerah (TKD).
Belanja Pemerintah Pusat: Mencapai Rp2,03 triliun, dengan porsi terbesar untuk belanja pegawai (Rp1,51 triliun).
Transfer ke Daerah (TKD): Terealisasi sebesar Rp10,75 triliun. Dana ini dialokasikan untuk Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp7,3 triliun, Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-fisik Rp2,54 triliun, dan Dana Bagi Hasil (DBH) Rp967,69 miliar.
Percepatan TKD tahun ini didorong oleh PMK Nomor 102 Tahun 2025 yang memprioritaskan penanganan darurat dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumatra Barat.
Dari sisi pendapatan, sektor perpajakan menunjukkan performa positif dengan pertumbuhan signifikan.
Pajak: Terealisasi Rp2,9 triliun atau tumbuh 33% (YoY).
Bea Masuk: Tumbuh 27% (YoY) yang didorong impor komoditas pupuk dan residu olahan mineral.
Namun, kabar kurang baik datang dari sektor kepabeanan dan cukai yang merosot hingga 37% (YoY). Penurunan ini disebabkan oleh anjloknya bea keluar akibat rendahnya referensi harga CPO dunia, serta penurunan penerimaan cukai sebesar 16%.
Untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), realisasinya mencapai Rp469,89 miliar dari target Rp2,54 triliun. Meski PNBP lainnya mengalami kontraksi, pendapatan dari Badan Layanan Umum (BLU) tetap menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kemenkeu Sumut optimistis kinerja pendapatan akan terus merangkak naik seiring dengan aktivitas ekonomi yang semakin stabil di kuartal kedua tahun ini.