Zamatra AI Fest 1 Restorasi Budaya Sumut Pakai Teknologi AI di Medan

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Kamis, 07 Mei 2026 | 02:13:01 WIB
Zamatra AI Fest 1 di Medan menggabungkan teknologi AI dengan pertunjukan teater untuk restorasi budaya Sumut.

MEDAN — Kota Medan bersiap menyambut perhelatan Zamatra AI Fest 1 yang mengusung misi restorasi budaya hulu-hilir Sumatera Utara melalui teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Agenda seni ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari pada 22-23 Mei 2026 mendatang.

Berbeda dengan pertunjukan konvensional, festival ini memilih format teater sebagai medium utama untuk menghidupkan kembali nilai sejarah daerah. Penyelenggara memanfaatkan kecanggihan AI untuk menciptakan visualisasi yang memperkuat cerita di atas panggung.

"AI berkembang begitu masif dan teater adalah challenge untuk mengkolaborasi teater dan AI yang nantinya event-event zamatra akan menciptakan visual-visual AI dan mengangkat sejarah lokal tersebut kembali," kata salah satu creator AI, Bayu Rahmad Putra, di Medan, Kamis (7/5/2026).

Visualisasi Peristiwa Sejarah dan Ritus Sakral Sumatera Utara

Integrasi teknologi ini memungkinkan penggabungan unsur sejarah, adat istiadat, dan ritus sakral dalam satu panggung yang dinamis. Penyelenggara berupaya menyajikan pengalaman menonton yang berbeda melalui narasi masa lampau yang dikemas dengan estetika digital masa kini.

"Melalui Zamatra AI Fest 1 berupaya menghidupkan kembali narasi masa lampau tentang peristiwa sejarah, adat istiadat yang kaya makna, serta ritus-ritus saklar yang tumbuh dan mengakar kuat di tanah Zamatra ini," ujar Bayu menjelaskan esensi kegiatan tersebut.

Penggunaan AI dalam festival ini bukan sekadar alat inovasi teknis, melainkan sarana edukasi bagi masyarakat luas. Dengan visual yang menarik, pesan-pesan sejarah yang selama ini dianggap kaku diharapkan dapat lebih mudah diterima oleh audiens lintas generasi.

Sasar Gen Z dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Generasi Z menjadi target utama dalam misi pelestarian warisan budaya ini. Penyelenggara menilai pendekatan teknologi digital merupakan langkah paling efektif agar anak muda di Sumatera Utara dapat lebih mengenal, menghargai, dan merasa memiliki sejarah daerahnya sendiri.

Selain aspek pelestarian, festival ini diproyeksikan menjadi pemicu baru bagi pengembangan sektor ekonomi kreatif di wilayah tersebut. Integrasi antara seni pertunjukan tradisional dan teknologi digital membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi para pelaku industri kreatif lokal.

Langkah strategis ini diharapkan mampu memposisikan Sumatera Utara sebagai daerah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan akar budayanya. Festival Zamatra AI Fest 1 menjadi bukti bahwa kecerdasan buatan dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga identitas lokal di era digital.

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top