SIANTAR — Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih resmi memberangkatkan rombongan jamaah calon haji asal Kabupaten Simalungun menuju Tanah Suci. Prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat di Jalan Asahan ini ditandai dengan kumandang azan dan lantunan talbiah di hadapan ratusan keluarga jamaah.
Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Simalungun, Ghozali Nasution, merinci bahwa total terdapat 100 jamaah asal daerah tersebut yang berangkat tahun ini. Namun, keberangkatan terbagi dalam beberapa kelompok terbang (kloter) yang berbeda sesuai jadwal embarkasi.
"Tiga kloter awal yakni Kloter 3, 9, dan 11 yang berjumlah sepuluh orang sudah tiba di Makkah dengan selamat. Hari ini kita memberangkatkan 90 jamaah yang tergabung dalam Kloter 14," ujar Ghozali saat memberikan laporan resmi di lokasi acara.
Rombongan Kloter 14 merupakan kelompok terbesar dari Simalungun pada musim haji 2026. Dalam perjalanannya, para jamaah akan didampingi oleh empat petugas penyelenggara yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, serta dua tenaga kesehatan.
Tim pendamping tersebut dipimpin oleh Riswansyah Hasibuan selaku Ketua Kloter dan Sumarno sebagai Pembimbing Ibadah. Sementara itu, dr. Nila Khairani Saragih dan dr. Dewi Surya bertugas memantau kondisi kesehatan jamaah selama menjalankan rukun Islam kelima tersebut.
Ketua DPRD Simalungun, Sugiarto, menitipkan pesan agar para petugas memberikan tuntunan maksimal kepada jamaah. Ia juga berharap kuota haji untuk Kabupaten Simalungun dapat terus meningkat pada periode mendatang guna memangkas antrean panjang warga.
Berdasarkan data manifes keberangkatan, terdapat rentang usia yang cukup jauh di antara para jamaah tahun ini. Rahman Redjo Setiko tercatat sebagai jamaah laki-laki tertua dengan usia 80 tahun, sedangkan Derian Reditya Nugraha menjadi yang termuda di usia 23 tahun.
Pada kelompok jamaah wanita, Kaminah Damanik yang berusia 82 tahun menjadi peserta paling senior dalam rombongan. Sementara itu, predikat jamaah wanita termuda disandang oleh Alma Dhea Arum Sari yang saat ini menginjak usia 25 tahun.
Seluruh jamaah dijadwalkan akan kembali ke tanah air pada 16 Juni mendatang. Pemerintah daerah berharap seluruh rombongan dapat kembali dalam kondisi sehat dan jumlah yang tetap lengkap seperti saat keberangkatan.
Dalam arahannya, Bupati Anton Achmad Saragih membagikan pengalaman pribadinya saat menunaikan ibadah haji pada tahun 1981 dan 1994. Ia menekankan bahwa ujian sesungguhnya bagi seorang haji justru muncul saat telah kembali ke tengah masyarakat.
"Yang paling berat itu saat pulang haji, apakah kita menjadi semakin baik atau sama saja karena banyak godaannya. Maka dari itu, niatkan dengan kuat," tegas Bupati Anton di hadapan para jamaah.
Bupati juga meminta keluarga yang ditinggalkan untuk tetap tenang dan terus mendoakan kelancaran ibadah di Tanah Suci. Acara diakhiri dengan penyerahan pataka Habonaron Do Bona kepada ketua rombongan sebagai simbol restu dan doa keselamatan selama perjalanan.