Beasiswa Tut Wuri Handayani 2026 Dibuka untuk ASN Kemendiktisaintek, Ini Syarat dan Jadwal Pendaftaran S2-S3

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 09:09:01 WIB
Beasiswa Tut Wuri Handayani 2026 dibuka untuk ASN Kemendiktisaintek, LLDIKTI, dan PTN.

JAKARTA — Program beasiswa ini menyasar pegawai negeri sipil di lingkungan Kemendiktisaintek, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI), dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Tujuannya meningkatkan kualifikasi sumber daya manusia di sektor pendidikan tinggi nasional.

Siapa Saja yang Berhak Mendaftar Beasiswa TWH 2026?

Beasiswa Tut Wuri Handayani dikhususkan bagi tenaga kependidikan berstatus PNS aktif. Untuk program S2, peserta berasal dari tendik PNS di unit utama Kemendiktisaintek, LLDIKTI, dan PTN. Sementara program S3 dibuka bagi pegawai PNS di unit utama Kemendiktisaintek dan LLDIKTI.

Pelamar tidak sedang menjalani sanksi hukum dan wajib memiliki nilai Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) minimal "Baik".

Berapa Batas Usia Pendaftar S2 dan S3?

Kementerian menetapkan batas usia maksimal 47 tahun untuk pendaftar program magister dan 50 tahun untuk program doktor. Calon peserta juga harus sudah menyelesaikan pendidikan sebelumnya sesuai jenjang yang dilamar.

Surat izin atau tugas belajar dari instansi terkait menjadi dokumen wajib yang harus dilampirkan saat pendaftaran.

Bagaimana Cara Daftar Beasiswa Tut Wuri Handayani?

Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi https://kualifikasidikti.kemdiktisaintek.go.id/. Calon peserta perlu membuat akun terlebih dahulu, mengunggah seluruh dokumen persyaratan, lalu mengikuti tahapan seleksi sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan.

Program ini menjadi kesempatan emas bagi ASN di lingkungan Kemendiktisaintek untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi tanpa biaya.

Berapa Lama Masa Pendaftaran Beasiswa Ini?

Pendaftaran dibuka selama lebih dari dua bulan, tepatnya mulai 24 April hingga 30 Juni 2026. Calon peserta disarankan segera melengkapi dokumen dan tidak menunda pendaftaran hingga mendekati batas akhir.

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top