MEDAN — Progres fisik Sekolah Rakyat di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, telah menembus 73 persen hanya dalam waktu lima bulan sejak konstruksi dimulai pada akhir Desember 2025. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas menyebut capaian ini menjadikannya salah satu proyek sekolah rakyat tercepat di Indonesia.
“Ini di bulan lima, kami melihat progresnya sangat cepat dan sangat baik. Bahkan sudah mencapai 73 persen,” ujar Rico usai meninjau langsung lokasi pembangunan, Kamis.
Pemerintah Kota Medan tidak hanya fokus pada gedung sekolah. Rico menegaskan komitmen daerah untuk menyokong infrastruktur di sekitar kawasan pendidikan tersebut.
Beberapa perbaikan yang akan segera dilakukan meliputi:
Rico menilai pengerjaan proyek berjalan maksimal, detail, dan terkonsep matang. Ia mengapresiasi konsistensi para pekerja yang mampu mengejar target dalam waktu singkat.
“Anak-anak bangsa kita bisa mengerjakan proyek sekonsisten ini dalam waktu yang sempit. Saya rasa patut diapresiasi,” kata dia.
Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan menjadi jawaban atas kesenjangan akses pendidikan di Kota Medan. Fokus utama lembaga ini, menurut Rico, adalah menjangkau anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus agar mendapatkan fasilitas, pengajaran, dan pelatihan terbaik.
“Apa lagi, fokus utamanya adalah memastikan anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus mendapatkan fasilitas, pengajaran, dan pelatihan terbaik,” ujarnya.
Sekolah Rakyat Medan dibangun di Jalan Flamboyan Raya III, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan. Lahan seluas enam hektare disiapkan untuk menampung fasilitas pendidikan yang representatif bagi siswa dari berbagai latar belakang ekonomi.
Proyek ini menjadi salah satu prioritas nasional yang didukung penuh oleh pemerintah pusat. Pemkot Medan berkomitmen bergerak sepenuh tenaga untuk memastikan seluruh infrastruktur penunjang rampung bersamaan dengan operasional sekolah.