SUMATERA UTARA — BYD Yuan Plus, yang pada 2025 menjadi SUV listrik terlaris nomor 13 global dengan 224.000 unit terkirim, kini mendapat suntikan teknologi paling anyar dari pabrikan asal Shenzhen itu. Bukan sekadar facelift, generasi ketiga ini membawa Blade Battery 2.0 yang diklaim tahan di suhu ekstrem minus 30 derajat Celsius. Hanya butuh tiga menit tambahan untuk mengisi dari 20 persen ke 97 persen.
BYD menawarkan dua pilihan baterai: 57,5 kWh dan 68,5 kWh. Varian dengan baterai lebih besar punya klaim jarak tempuh 630 km (391 mil) berdasarkan standar CLTC. Lebih mencengangkan lagi, dari 10 persen ke 97 persen alias full charge hanya butuh 9 menit. Angka ini membuat Yuan Plus bersaing langsung dengan mobil listrik mahal macam Denza Z9 GT atau Yangwang U7 yang lebih dulu memakai teknologi serupa.
Tenaga berasal dari motor listrik belakang dengan dua opsi output: 268 hp (200 kW) atau 321 hp (240 kW). Semua varian sudah dibekali Flash Charging sebagai fitur standar, bukan opsi tambahan.
Untuk pasar China, BYD menyediakan paket God’s Eye B (DiPilot) seharga 12.000 yuan (Rp 28,2 juta) yang menambahkan LiDAR atap dan 30 kamera serta sensor. Sistem ini memungkinkan ADAS untuk bantuan menyetir di jalan tol dan perkotaan, plus parkir otomatis. Interior juga dirombak total dengan layar floating 15,6 inci, head-up display, jok premium, dan kulkas built-in yang jarang ada di segmen ini.
Meski speknya mengesankan, Yuan Plus tidak sendirian di segmen crossover listrik kompak. Di China, ia harus berhadapan dengan Geely Galaxy E5 dan Changan Deepal S05 yang sama-sama agresif soal harga dan fitur.
BYD belum mengumumkan jadwal pasti kedatangan Yuan Plus generasi ketiga ke Indonesia. Namun, pabrikan sudah mengonfirmasi bahwa teknologi baterai dan pengisian cepat ini akan diperkenalkan di Eropa, Inggris, dan pasar global lainnya pada akhir tahun ini. Mengingat Atto 3 (nama ekspor Yuan Plus) sudah dijual resmi di Indonesia oleh BYD Motor Indonesia, versi upgrade ini kemungkinan menyusul pada 2026.
Persaingan SUV listrik di bawah Rp 400 juta akan semakin panas. Dengan kemampuan isi ulang yang mendekati waktu isi bensin mobil konvensional, Yuan Plus generasi ketiga punya argumen kuat buat konsumen yang masih ragu beralih ke mobil listrik karena masalah infrastruktur dan waktu charging.