SUMATERA UTARA — IHSG dibuka di level 6.065 dan langsung bergerak volatil. Dalam 17 menit pertama perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 6.079, namun tekanan jual dengan cepat mendorongnya ke titik terendah harian di 5.966. Posisi ini menjadi yang terendah dalam beberapa pekan terakhir, mengonfirmasi pelemahan yang sudah diantisipasi oleh para analis.
Data perdagangan per pukul 09.17 WIB menunjukkan sebanyak 362 saham berada di zona merah, sementara 221 saham menguat dan 145 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp2,87 triliun dengan volume 6,20 miliar saham, menandakan likuiditas tetap tinggi meskipun sentimen negatif menguasai pasar.
Herditya Wicaksana, Analis Teknikal MNC Sekuritas, menilai IHSG masih rentan melanjutkan pelemahan. Ia menyebut area gap yang sebelumnya terbentuk telah tertutup penuh, membuka ruang koreksi lebih dalam. "Kami memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan dengan area koreksi berikutnya di kisaran 5.899-5.999," ujarnya dalam riset harian.
Proyeksi Herditya menempatkan support terdekat IHSG hari ini di level 5.996 dan 5.899. Jika tekanan jual semakin deras, level 5.899 menjadi benteng terakhir sebelum indeks menguji area yang lebih rendah. Sebaliknya, resistance terdekat berada di 6.318 dan 6.459.
Ivan Rosanova, Analis Binaartha Sekuritas, memberikan catatan berbeda. Menurutnya, meskipun tekanan jual masih dominan, peluang rebound jangka pendek tetap terbuka. Syaratnya, IHSG harus bertahan di atas level 5.967. Jika level ini jebol, potensi koreksi lanjutan menuju 5.700 hingga 5.439 menjadi skenario yang paling mungkin.
"Jika IHSG turun di bawah 5.911, pelemahan berpotensi berlanjut menuju 5.700. Namun peluang rebound jangka pendek masih terbuka selama indeks bertahan di atas 5.967," jelas Ivan. Ia menambahkan, sinyal bearish pada perdagangan sebelumnya menjadi pemicu utama aksi jual pagi ini.
Rentang support dan resistance yang diprediksi Ivan cukup lebar, dengan support di 5.911, 5.673, dan 5.439, serta resistance di 6.459, 6.755, dan 7.001. Volatilitas tinggi diperkirakan masih akan mewarnai pergerakan IHSG hingga akhir sesi.
Pelemahan tajam ini menjadi sinyal bagi investor untuk lebih selektif. Sektor-sektor yang sensitif terhadap sentimen pasar, seperti perbankan dan properti, berpotensi menjadi pemberat utama. Sebaliknya, saham-saham defensif mungkin mulai dilirik sebagai tempat berlindung.
Investasi mengandung risiko. Investor disarankan mencermati pergerakan indeks di sekitar level support 5.899-5.967. Jika indeks berhasil bertahan di atas area tersebut, peluang technical rebound bisa dimanfaatkan untuk jangka pendek. Namun jika tembus ke bawah 5.899, strategi wait and see menjadi lebih bijak.