Bulan-bulan terakhir, rumor menyebut Samsung menyiapkan dua varian Galaxy Z Fold 8. Satu model akan mengusung bodi lebih pendek dan lebar — mengadopsi proporsi yang lebih familiar di pasar ponsel biasa. Model lainnya, yang semula diduga sebagai Galaxy Z Fold 8 standar, justru akan mempertahankan desain ramping seperti Galaxy Z Fold 7. Kini, dokumen sertifikasi mengonfirmasi bahwa varian sempit itulah yang akan menyandang label "Ultra".
Berdasarkan pantauan SumahoDigest, lima entri Galaxy Z Fold 8 Ultra tercatat di database Bluetooth SIG dengan nomor model berbeda — menandakan beberapa varian regional atau storage. Tidak ada spesifikasi teknis yang bocor dari dokumen ini. Namun, keberadaan sertifikasi resmi membuat rumor sebelumnya memiliki bobot lebih kuat.
Sebelumnya, bocoran menunjukkan Galaxy Z Fold 8 Ultra akan membawa baterai 5.000 mAh — lompatan signifikan dari 4.400 mAh milik Galaxy Z Fold 7. Dapur pacunya disebut-sebut menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5, chipset terbaru Qualcomm yang belum dirilis. Ketebalan saat terbuka diperkirakan hanya 4,1 mm, menjadikannya perangkat lipat paling tipis yang pernah dibuat Samsung.
Keputusan Samsung mempertahankan dua bentuk berbeda dalam satu generasi menunjukkan kebingungan yang sama seperti yang dialami kompetitor. Di satu sisi, pengguna mengeluh layar sampul Galaxy Z Fold terlalu sempit untuk mengetik nyaman. Di sisi lain, fanbase setia menyukai form factor unik yang membedakan Fold dari ponsel lipat clamshell atau buku biasa.
Model "lebar" — yang kemungkinan besar hanya akan bernama Galaxy Z Fold 8 — mengadopsi rasio aspek lebih pendek, mirip dengan Oppo Find N5 atau Google Pixel 9 Pro Fold. Model ini menjadi jawaban Samsung atas kritik yang sudah berlangsung tiga generasi. Sementara itu, Galaxy Z Fold 8 Ultra tetap setia pada DNA awal: layar sampul ramping, bukaan vertikal yang dramatis, dan kini dengan embel-embel "Ultra" sebagai pembeda.
Pola penamaan ini mengingatkan pada lini Galaxy S. Samsung sebelumnya memisahkan Galaxy S22 dan S22 Ultra secara jelas — satu ponsel biasa, satu lagi dengan S Pen dan kamera superior. Namun, pada generasi Galaxy S23 dan S24, batas itu mulai kabur. Kini, strategi serupa diterapkan ke lini lipat: satu untuk massa, satu untuk penggemar berat yang menginginkan perangkat paling canggih tanpa kompromi bentuk.
Bagi pengguna Indonesia, pertanyaan besarnya bukan hanya soal harga — yang hampir pasti akan menembus Rp 30 juta untuk varian Ultra — tetapi juga ketersediaan. Samsung biasanya membawa seluruh lini flagship-nya ke pasar lokal, namun varian "Ultra" seringkali datang dalam jumlah terbatas. Belum ada konfirmasi jadwal peluncuran, tapi tradisi Samsung merilis Galaxy Z Fold baru pada Agustus masih menjadi patokan terkuat.