MEDAN — Universitas Sumatera Utara (USU) mulai menjaring calon mahasiswa baru untuk jenjang pascasarjana tahun akademik 2026/2027. Proses seleksi ini mencakup program magister (S2) dan doktor (S3) di bawah naungan Sekolah Pascasarjana (SPs) USU, yang telah berdiri sejak 1985.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian USU, Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, mengonfirmasi bahwa tahapan penerimaan sudah berjalan. “Saat ini sudah mulai dilaksanakan proses penerimaan,” ujarnya di Kampus USU, Kamis (18/6/2026).
Seluruh proses pendaftaran dan seleksi dilakukan secara terpadu melalui laman resmi USU. Berikut rincian jadwal yang perlu diperhatikan calon peserta:
Calon mahasiswa wajib memastikan program studi yang dituju masih membuka kuota sebelum mendaftar. Direktur Direktorat Penerimaan dan Layanan Mahasiswa, Prof. Dr. Rudy Sofyan, menekankan bahwa peserta harus mematuhi persyaratan umum dan khusus sesuai jenjang yang dipilih.
Bagi lulusan S1 dari USU, dokumen yang wajib dilampirkan adalah ijazah S1 atau Surat Keterangan Lulus (SKTL) tahun berjalan. Sementara lulusan S1 dari luar USU cukup melampirkan ijazah S1 asli.
Peserta yang sudah memiliki sertifikat Tes Potensi Dasar Akademik (TPDA) dari PLTI dengan masa berlaku kurang dari dua tahun tidak perlu mengikuti ujian TPDA lagi. Namun, biaya pendaftaran tetap sama. “Sertifikat TPDA yang dapat diverifikasi adalah yang dikeluarkan oleh PLTI. Jika dari lembaga lain, peserta tetap harus mengikuti ujian,” tegas Prof. Rudy.
Panitia juga mengingatkan bahwa biaya pendaftaran yang sudah dibayarkan tidak dapat ditarik kembali atau dialihkan ke orang lain maupun periode pendaftaran berikutnya.
Setelah mendaftar, setiap peserta wajib melakukan konfirmasi data pendaftaran dan mencetak kartu peserta melalui laman penerimaan-terpadu.usu.ac.id sesuai jadwal yang tertera. Langkah ini menjadi syarat mutlak untuk mengikuti seluruh tahapan seleksi selanjutnya.