TANJUNGBALAI — Sebanyak 292 unit jaring insang kini resmi berpindah tangan ke tangan para nelayan di pesisir Kota Tanjungbalai. Alat tangkap ikan tersebut dibagikan kepada lima Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang beroperasi di Kecamatan Teluk Nibung.
Kelima kelompok penerima adalah KUB Harapan Jaya, KUB Maju Bersama, KUB Nelayan Berkah, KUB Nelayan Maju, dan KUB Sejahtera. Penyaluran bantuan ini difasilitasi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Perikanan, Pangan dan Pertanian setempat.
Bantuan ini bukan sekadar serah terima barang. Kepala Dinas Perikanan, Pangan dan Pertanian Kota Tanjungbalai, drh. Muslim, yang mewakili Wali Kota, menegaskan bahwa ini adalah wujud perhatian nyata Pemprovsu terhadap kesejahteraan nelayan di daerahnya.
"Bantuan ini bukan sekadar penyerahan barang, melainkan bentuk nyata perhatian Pemprovsu terhadap nasib nelayan di Kota Tanjungbalai," ujarnya.
Muslim menjelaskan, alokasi bantuan ini bersumber dari anggaran Pemprovsu sekitar Rp14,81 miliar yang digelontorkan untuk pengadaan peralatan dan sarana penunjang kelompok nelayan pada tahun 2026. Program ini menjangkau 12 daerah di Sumut, mulai dari Langkat, Medan, Sergai, Batubara, Asahan, Labura, Labuhanbatu, Tapteng, Sibolga, Nias Utara, hingga Nias Selatan.
Program tersebut merupakan implementasi dari Program Strategis Daerah Nomor 20 Gubernur Sumut yang berfokus pada pengembangan kawasan unggulan perikanan tangkap.
Untuk Kota Tanjungbalai, bantuan ini secara spesifik mendukung pengembangan kawasan perikanan tangkap yang tersebar di lima kelurahan. Kelima lokasi tersebut meliputi Beting Kuala Kapias, Kapias Pulau Buaya, Perjuangan, Sei Merbau Kota, dan Pematang Pasir.
Keberadaan jaring insang baru ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tangkap nelayan setempat. Dengan peralatan yang lebih memadai, hasil tangkapan ikan diharapkan ikut naik dan berdampak pada pendapatan harian para nelayan.
Dalam kesempatan itu, Muslim berpesan agar para ketua dan anggota KUB penerima dapat menjaga, merawat, dan memanfaatkan sarana bantuan secara bersama-sama. Perawatan yang baik akan memperpanjang usia pakai alat tangkap tersebut.
"Bantuan ini adalah amanah pemerintah dan negara untuk masyarakat yang membutuhkan. Mari jaga amanah ini dengan baik," tegasnya.
Ia turut mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari proses verifikasi calon penerima hingga penyaluran bantuan ke tangan nelayan. Apresiasi ini ditujukan agar mekanisme penyaluran bantuan serupa di masa mendatang dapat berjalan lebih transparan dan tepat sasaran.