Ibu Menyusui Makan Pedas dan Bayi Gumoh: Fakta Medisnya

Penulis: Wan Rizal  •  Rabu, 16 September 2026 | 09:05:31 WIB
Bayi gumoh umumnya disebabkan sistem pencernaan yang belum matang, bukan karena ibu menyusui makan pedas.

SUMATERA UTARA — Gumoh pada bayi baru lahir umumnya terjadi karena sistem pencernaan yang belum matang, bukan karena cabai di makanan ibu. Berikut penjelasan medis soal capsaicin, ASI, dan kapan Bunda perlu waspada terhadap reaksi alergi si Kecil.

Bayi yang baru lahir memang lebih sering gumoh di beberapa bulan pertama dibandingkan saat usianya makin besar. Sistem pencernaannya masih berkembang, sehingga susu yang sudah masuk ke perut lebih mudah naik kembali ke kerongkongan dan keluar lewat mulut.

Kondisi ini normal dan bukan tanda pencernaan bermasalah. Gumoh juga bisa dipicu porsi menyusu yang terlalu banyak dalam satu waktu, udara yang tertelan saat menyusu, posisi menyusu yang kurang tepat, atau bayi langsung dibaringkan setelah menyusu.

Apa Itu Capsaicin dan Bagaimana Ia Masuk ke ASI?

Capsaicin adalah senyawa yang memberi sensasi panas pada cabai. Beberapa komponen makanan yang dikonsumsi ibu memang bisa masuk ke ASI dalam jumlah tertentu, tapi jumlah dan jenisnya tidak selalu sama dengan yang ibu makan.

Proses memasak ikut berpengaruh. Memasak cabai pada suhu panas, misalnya saat diolah jadi saus kari atau gulai, menurunkan konsentrasi capsaicin secara drastis. Artinya, hanya sedikit capsaicin yang diserap tubuh dan dialirkan ke ASI.

Capsaicin juga dipakai dalam krim kulit untuk meredakan nyeri radang sendi dan herpes zoster, serta tersedia sebagai suplemen bebas. Karena diserap lewat lambung dan bukan kulit, kecil kemungkinan capsaicin dari krim masuk ke ASI. Kalau Bunda memakainya untuk kondisi medis tertentu, konsultasikan dulu dengan dokter.

Jadi, Benarkah Pedas Bikin Bayi Sering Gumoh?

Tidak. Belum ada bukti kuat bahwa makanan pedas yang dikonsumsi ibu menyusui menjadi penyebab langsung bayi sering gumoh. Capsaicin memang bisa masuk ke ASI, tapi jumlahnya sangat sedikit dan tidak merusak sistem pencernaan bayi.

Kalau bayi gumoh setelah Bunda makan pedas, belum tentu pedasnya yang jadi penyebab. Cek dulu porsi menyusu, posisi, dan apakah bayi langsung dibaringkan setelah menyusu.

Manfaat Makan Pedas Saat Menyusui

Ibu menyusui tetap boleh makan pedas. Bahkan ada sisi menariknya: mengenalkan beragam rasa pada bayi lewat ASI. Rasa ASI terus berubah, berbeda dengan susu formula yang cenderung sama setiap kali diberikan.

Bayi bisa saja menyukai rasa ASI yang lebih kuat setelah Bunda makan pedas. Masa awal kehidupan adalah periode penting dalam membentuk preferensi rasa anak di kemudian hari.

Berbagai penelitian menunjukkan anak cenderung menyukai makanan yang sering dikonsumsi ibunya selama menyusui, bahkan bertahun-tahun kemudian. Bayi yang terbiasa mengenal aneka rasa lewat ASI punya kecenderungan lebih kecil jadi picky eater dan pola makannya lebih sehat saat dewasa.

Zat yang Justru Perlu Dibatasi

Meski pedas aman, beberapa zat bisa berbahaya bagi bayi kalau jumlahnya cukup tinggi. Daftarnya mencakup alkohol, kafein, ikan tinggi merkuri, ganja, dan jenis herbal tertentu.

Batasi atau hindari dulu selama masa menyusui. Konsultasikan dengan dokter kalau Bunda ragu soal asupan tertentu.

Kapan Perlu Waspada dan ke Dokter

Sebagian kecil bayi punya sensitivitas atau alergi terhadap protein susu sapi maupun bahan pemicu alergi lain yang dikonsumsi ibu, seperti telur, gandum, ikan, dan kacang-kacangan.

Gejala alergi makanan biasanya muncul segera setelah menyusu. Tandanya antara lain kolik parah, ruam kulit seperti eksim atau biduran, muntah, diare, hingga kesulitan bernapas.

Kalau si Kecil menunjukkan gejala tersebut, segera konsultasikan dengan dokter anak. Jangan menunda, apalagi mencoba men

Reporter: Wan Rizal
Sumber: haibunda.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top