Pencarian

Salesforce Rilis Koa, Model AI Reasoning Berbasis Nvidia Nemotron

Selasa, 15 September 2026 • 19:16:31 WIB
Salesforce Rilis Koa, Model AI Reasoning Berbasis Nvidia Nemotron
Salesforce merilis Koa, model AI reasoning berbasis Nvidia Nemotron untuk kebutuhan operasional perusahaan.

SUMATERA UTARA — Koa menjadi model reasoning pertama Salesforce yang dirancang bukan untuk memecahkan soal matematika rumit, melainkan untuk menangani pekerjaan operasional perusahaan. Model ini di-post-training bersama Nvidia menggunakan data sintetis yang mensimulasikan pola percakapan pelanggan, bukan data asli klien Salesforce.

Mengapa Salesforce Membangun Model Sendiri

Selama ini, ketika agen AI di platform Agentforce perlu melakukan penalaran multi-langkah, prompt tersebut dialihkan ke model frontier seperti Claude atau ChatGPT melalui AI gateway. Langkah itu memakan biaya token besar dan menyerahkan kendali data ke pihak ketiga.

"Kami sudah membangun banyak model bahasa kecil untuk tugas spesifik, yang jadi bagian portofolio Agentforce. Tapi reasoning selalu jadi hal yang kami andalkan dari penyedia model frontier. Sampai sekarang," kata Jayesh Govindarajan, EVP Salesforce AI, kepada TechCrunch.

Govindarajan menyebut tantangan utama sebelumnya adalah tidak adanya base model pra-terlatih yang bisa dijadikan titik awal. Menurut dia, sebelum Nemotron hadir, belum ada model pra-terlatih asal Amerika yang tersedia, canggih, sekaligus punya provenans data yang jelas.

"Kami tidak tahu Qwen dilatih dengan apa," ujarnya merujuk pada model open-weight populer buatan Alibaba.

Data Sintetis, Bukan Data Pelanggan

Proses post-training Koa tidak menyentuh data aktual pelanggan Salesforce. Kedua perusahaan menyusun data sintetis yang meniru pola interaksi nyata, mulai dari pelanggan marah yang menelepon pusat layanan hingga tenaga penjualan yang berusaha menutup kesepakatan.

"Kami benar-benar menyimulasikan lingkungan layanan pelanggan dengan persona profesional, termasuk pelanggan yang marah, sampai ke profesional penjualan yang mencoba menutup deal," kata Govindarajan.

Pendekatan ini membuat Koa tidak bisa membocorkan data pelanggan ke pihak lain, karena model memang tidak pernah mengonsumsinya.

Efisiensi Token Jadi Nilai Jual

Nvidia menyumbang arsitektur inferensi yang hemat token lewat Nemotron. Kari Ann Briski, VP Generative AI Software for Enterprise Nvidia, menyebut kombinasi ini sebagai trifecta yang dibutuhkan perusahaan: AI berdaulat, waktu token pertama yang cepat, dan penalaran efisien.

Klaimnya, Koa membutuhkan lebih sedikit token untuk menyelesaikan tugas yang sama dibanding mengirimkannya ke Claude atau ChatGPT. Bagi perusahaan dengan volume agen AI besar, penghematan token berdampak langsung ke anggaran operasional.

Posisi di Tengah Persaingan Model AI

Langkah Salesforce mencerminkan pergeseran kebutuhan korporasi yang mulai berbeda dari tawaran laboratorium AI frontier. Perusahaan ingin model yang bisa diarahkan lewat gateway AI sesuai kebutuhan, mengikuti aturan keamanan dan kepatuhan data internal, serta tidak mengharuskan unggahan file dan kode ke sistem pihak ketiga.

Meski begitu, Salesforce tidak meninggalkan mitra lamanya. Perusahaan baru saja mengumumkan kemitraan dengan Anthropic bernama ClaudeForce, yang memungkinkan perusahaan memakai Claude sebagai antarmuka AI sementara data tetap tersimpan di sistem Salesforce.

Koa akan ditawarkan sebagai opsi tambahan di Agentforce, berdampingan dengan model-model yang sudah ada. Bagi pelaku bisnis digital di Indonesia yang memakai Agentforce atau platform CRM serupa, kehadiran model open-weight ini membuka opsi menekan biaya inferensi sekaligus menjaga data pelanggan tetap di dalam yurisdiksi sistem yang mereka kontrol.

Follow kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks