MEDAN — Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan dinyatakan memenuhi tujuh kriteria penilaian UI GreenMetric dalam program keberlanjutan tahun 2026. Sertifikat Certificate of Compliance predikat Platinum dan Trees Rating 2,5 dari 5 itu berlaku hingga 16 Juli 2027 sesuai dokumen penghargaan yang diterbitkan UI GreenMetric.
Penilaian tahun ini memakai tujuh pilar utama: Setting and Infrastructure, Energy and Climate Change, Waste, Water, Transportation, Education, serta Governance and Digitalization. Dua pilar terakhir menjadi tambahan pada 2026, memperluas cakupan penilaian dari sekadar kondisi fisik kampus ke tata kelola institusional dan pemanfaatan teknologi.
Tujuh Kriteria yang Harus Dipenuhi UINSU Medan
UI GreenMetric menilai keseriusan perguruan tinggi dalam mengembangkan kebijakan dan praktik kampus berkelanjutan. Aspek yang dievaluasi mencakup pengelolaan lingkungan, energi, air, limbah, transportasi, pendidikan, hingga tata kelola kelembagaan.
Peringkat Trees Rating diberikan berdasarkan evaluasi komprehensif terhadap data universitas dan program keberlanjutan yang dijalankan UINSU Medan. Skor 2,5 dari 5 menempatkan kampus ini pada kategori menengah dalam pemeringkatan berbasis penghijauan tersebut.
Skala Global: 1.745 Kampus dari 105 Negara Berpartisipasi
UI GreenMetric merupakan inisiatif pemeringkatan keberlanjutan perguruan tinggi yang diinisiasi Universitas Indonesia sejak 2010. Data resmi UI GreenMetric mencatat 1.745 institusi dari 105 negara ikut serta dalam pemeringkatan 2026.
Angka itu menunjukkan perhatian perguruan tinggi dunia terhadap isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan semakin menguat. Kerangka penilaiannya pun terus diperbarui mengikuti perkembangan kebutuhan kampus global.
Rektor: Bukan Sekadar Penghargaan
Rektor UINSU Medan Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag. menyambut capaian tersebut dengan rasa syukur. Menurutnya, pengakuan ini harus menjadi pemacu semangat seluruh civitas academika.
"Alhamdulillah, UIN Sumatera Utara Medan kembali memperoleh pengakuan dari UI GreenMetric melalui Certificate of Compliance dengan predikat Platinum serta meraih Trees Rating 2,5 dari 5 pada tahun 2026. Semoga pencapaian ini menjadi pemacu semangat seluruh civitas academika untuk terus menghadirkan kampus yang hijau, inklusif, dan berkelanjutan," ujar Rektor.
Prof. Nurhayati menegaskan capaian tersebut tidak seharusnya dipandang semata-mata sebagai penghargaan. Baginya, ini dorongan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan dan budaya keberlanjutan di kampus.
"Semoga komitmen terhadap pelestarian lingkungan, energi bersih, dan pembangunan berkelanjutan semakin kuat, bukan hanya di lingkungan kampus, tetapi juga bagi masyarakat luas. Terima kasih atas kerja keras, kolaborasi, dan dedikasi semua pihak," lanjutnya.
Penghijauan hingga Integrasi Nilai Keberlanjutan di Riset
Berbagai upaya penghijauan, efisiensi energi, pengelolaan sampah dan air, transportasi, serta integrasi nilai keberlanjutan dalam pendidikan dan riset menjadi bagian dari pembangunan budaya kampus hijau. UINSU Medan berharap pengakuan 2026 tidak berhenti sebagai capaian administratif.
Capaian ini dijadikan pijakan untuk meningkatkan standar keberlanjutan pada tahun-tahun berikutnya. Kolaborasi pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan mitra disebut menjadi kunci pengembangan kampus yang unggul secara akademik sekaligus peduli lingkungan.