MEDAN — Surplus neraca beras Oktober 2026 itu muncul saat sejumlah kawasan pertanian terpadu milik Pemprov Sumut mulai memasuki masa panen. Fariz menyebut pengembangan kawasan menjadi salah satu intervensi utama untuk menaikkan produktivitas hasil pertanian daerah.
"Kebutuhan beras Oktober sebesar 116.433 ton. Produksi beras sekitar 144.066 ton," kata Fariz di Lobby Dekranasda Sumut, Jalan Diponegoro, Medan.
Selain beras, sejumlah komoditas hortikultura mencatat produksi di atas kebutuhan. Cabai merah diproduksi 14.213 ton dengan kebutuhan 9.855 ton, sedangkan cabai rawit mencapai 7.594 ton dari kebutuhan 3.712 ton.
Bawang merah menjadi satu-satunya komoditas hortikultura yang produksinya di bawah kebutuhan. Produksi setara umbi basah tercatat 5.021 ton atau 3.306 ton dalam kondisi kering, sementara kebutuhan mencapai 5.353 ton.
Dari sektor peternakan, produksi daging sapi mencapai 1.773 ton dengan kebutuhan 891 ton. Daging ayam ras diproduksi 20.383 ton dari kebutuhan 16.037 ton.
Telur ayam ras mencatat selisih terbesar, yakni produksi 53.810 ton sementara kebutuhan hanya 20.491 ton. Fariz menyebut kelebihan pasokan ini sebagai modal untuk menjaga stabilitas pangan daerah.
Pemprov Sumut menjalankan intervensi melalui Program Strategis Daerah (PSD) yang membangun kawasan pertanian terpadu untuk padi, jagung, cabai merah, bawang merah, sapi potong, serta rumah produksi kelapa dan kopi.
"Untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, Pemprov Sumut melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan pun melakukan intervensi. Intervensi ini masuk ke dalam bagian Program Strategis Daerah (PSD)," ujar Fariz.
Modelnya memusatkan bantuan pada satu hamparan yang dikelola satu kelompok tani. Setiap kawasan menerima paket bantuan penuh, dengan BUMD bertindak sebagai penampung hasil panen atau offtaker.
Kawasan padi tersebar di 10 titik dengan luas total 300 hektare. Panen baru berlangsung di 44,5 hektare dengan produksi 327,95 ton.
Kawasan jagung mencakup 13 titik seluas 260 hektare. Panen telah dilakukan di 43 hektare dan menghasilkan 345,6 ton.
Untuk cabai merah, 15 kawasan seluas 60 hektare disiapkan. Enam kawasan seluas 24 hektare sudah panen dengan produksi 264 ton. Adapun bawang merah terdiri dari 16 kawasan seluas 48 hektare, dengan enam kawasan seluas 18 hektare yang sudah panen menghasilkan 299,4 ton.
Empat kawasan sapi potong di Simalungun, Serdangbedagai, Asahan, dan Labuhanbatu masih dalam tahap konstruksi. Target penyelesaiannya pada minggu pertama Desember 2026.
Kawasan tersebut akan menerima sekitar 150 ekor sapi, terdiri dari 120 ekor untuk penggemukan dan 30 ekor untuk pengembangbiakan. Rumah produksi kelapa di Nias Utara baru mencapai progres 80% dan ditargetkan rampung 6 November 2026.
Tiga rumah produksi kopi — satu di Humbang Hasundutan dan dua di Tapanuli Utara — dijadwalkan selesai pada November 2026. Fariz berharap pengembangan kawasan ini memperkuat produktivitas pertanian sekaligus menopang ketahanan pangan dan perekonomian warga Sumut.