Balai TNBG Kerahkan Tim Gabungan ke Aek Nabontar, 3 Excavator PETI Jadi Target Operasi

Penulis: Said Fauzi  •  Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:31:31 WIB
Kepala Tata Usaha Balai TNBG Herbet Aritonang menyatakan tim gabungan tengah disiapkan untuk penanganan di Aek Nabontar.

MADINA — Kepala Balai TNBG Agusman, melalui Kepala Tata Usaha Herbet Aritonang, menyatakan pihaknya tengah menyiapkan tim gabungan untuk penanganan ke Aek Nabontar. Tim dari TNBG disebut sudah bergerak di lapangan bersama personel Balai Gakkum Wilayah 1 Sumatera.

“Terima kasih informasinya rekan-rekan media. Saat ini kami sedang mempersiapkan tim gabungan untuk penanganan ke Aek Nabontar. Saat ini tim dari TNBG sedang di lapangan melakukan penanganan kasus sejenis bersama Tim dari Balai Gakkum Wilayah 1 Sumatera. Mohon dukungannya untuk melakukan penanganan kembali ke Aek Nabontar,” kata Herbet Aritonang.

Dua Excavator Beroperasi, Satu Masih Digeser ke Lokasi

Informasi yang dihimpun dari warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut aktivitas PETI di Aek Nabontar menggunakan alat berat. Dua unit excavator sudah beroperasi di lokasi, sementara satu unit lain masih dalam proses pergeseran menuju kawasan tersebut.

Dengan begitu, ada tiga unit excavator yang menjadi target operasi tim gabungan TNBG dan Balai Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK Wilayah I Sumatera. Alat berat itu diduga dibawa masuk oleh pelaku PETI dari Jorong Panggambiran, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.

Pelaku Diduga Menyusup dari Pasaman Barat

Dugaan keterlibatan pelaku dari luar daerah muncul setelah pemberitaan media membongkar aktivitas tambang ilegal di kawasan konservasi. Pelaku disebut menyusup masuk ke hutan TNBG dan mengeruk kekayaan alam Mandailing Natal.

Kawasan Aek Nabontar berada di dalam wilayah hutan konservasi yang dikelola Balai TNBG, bermarkas di Panyabungan. Kawasan ini menjadi habitat satwa dilindungi seperti Harimau Sumatera.

Warga Desak Penyitaan Alat Berat dan Penangkapan Aktor Intelektual

Masyarakat berharap tim gabungan benar-benar menyita excavator dan menangkap aktor intelektual di balik perusakan hutan konservasi. Harapan itu disampaikan warga yang menilai TNBG sebagai paru-paru dunia dan rumah bagi satwa dilindungi.

Jika PETI dibiarkan, warga menilai yang hilang bukan hanya emas Madina, tetapi juga masa depan ekosistem di kawasan tersebut. Balai TNBG belum merinci jadwal penetapan tersangka atau penghitungan kerugian lingkungan dari aktivitas tambang ilegal itu.

Reporter: Said Fauzi
Sumber: mandailingonline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top