RANTAUPRAPAT — Rapat kesiapsiagaan yang digelar Pemkab Labuhanbatu menyoroti kondisi saluran air yang menyempit dan mendangkal sebagai pemicu utama genangan di kawasan permukiman. Normalisasi parit dan drainase dinilai perlu ditangani cepat agar aliran air lancar saat curah hujan meningkat. Pemeliharaan saluran secara berkala juga masuk dalam rencana agar fungsi drainase tetap optimal.
Kepala BPBD Labuhanbatu Muhammad Perjuangan Hasibuan menyebut sejumlah faktor penyebab banjir yang terjadi saat ini. Peningkatan intensitas curah hujan yang cukup tinggi, sedimentasi daerah aliran sungai, serta penyempitan, pendangkalan, dan penyumbatan drainase menjadi penyebab utamanya.
BPBD menyiapkan lima solusi: normalisasi dan pembersihan drainase, pengerukan sedimen sungai, perbaikan tanggul atau bronjong, koordinasi antarinstansi, serta koordinasi dengan BMKG Wilayah I Sumatera Utara.
Camat Rantau Utara Nafsir Rambe melaporkan sejumlah titik yang berpotensi mengalami banjir dan menjadi penyebab banjir di wilayah Kota Rantauprapat dan sekitarnya. Laporan itu menjadi dasar pemetaan penanganan di tingkat kecamatan.
Rapat juga membahas kesiapan personel dan koordinasi lintas perangkat daerah. Potensi kebakaran turut masuk agenda, mengingat bencana hidrometeorologi mencakup kondisi basah maupun kering.
Sekdakab Labuhanbatu Abdi Jaya Pohan menekankan kepada para camat dan instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemantauan wilayah rawan. Koordinasi diminta diperkuat agar potensi kebakaran dapat diantisipasi sejak dini.
"Secepatnya lakukan gotong royong, ajak masyarakat membersihkan parit dan gorong-gorong," kata Abdi di akhir rapat.
Abdi meminta camat, lurah, kepala desa, dan kepling melaksanakan gotong royong tidak hanya pada hari Jumat. Seluruh perangkat daerah diharapkan memperkuat sinergi dan menyusun langkah penanganan sesuai potensi risiko di wilayah masing-masing.
Rapat dihadiri Pj Sekdakab Abdi Jaya Pohan, Asisten I Sarimpunan Ritonga, Asisten III Zaid Harahap, Kadis Kominfo Ahmad Fadly Rangkuti, Kadis Perukim Hamdi Erazona, Kepala BPBD Muhammad Perjuangan Hasibuan, Kasatpol PP Ade Rahmadyansyah, dan Dirut PUDAM Tirta Bina. Para camat dan kepala lingkungan juga hadir.
Langkah antisipatif lewat normalisasi parit dan drainase diharapkan menekan risiko bencana. Keselamatan masyarakat disebut tetap menjadi prioritas dalam upaya mitigasi di Kabupaten Labuhanbatu.