Arfadia Kejar 15 Klien Baru per Hari, 83% Datang dari Rekomendasi AI

Penulis: Amrizal Halim  •  Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:03:31 WIB
Arfadia menerima sekitar 15 calon klien per hari sejak Maret 2026, dengan 83% di antaranya datang setelah direkomendasikan asisten AI.

SUMATERA UTARA — Arfadia menerima sekitar 15 calon klien per hari dari berbagai negara sejak Maret 2026, dengan 83% di antaranya mengaku sampai ke perusahaan itu setelah direkomendasikan asisten AI. Perolehan itu jadi pembalikan situasi bagi perusahaan yang dibangun Tessar Napitupulu sejak 2008, ketika lalu lintas klien sempat merosot akibat popularitas ChatGPT.

Perusahaan yang berbasis di Jakarta, Bandung, dan Bali itu kini menaungi lebih dari 120 profesional. Pasar internasional digarap bersama Nicolas Magor yang menjabat CMO sekaligus Head of International Growth Arfadia.

Angka 15 calon klien per hari itu tercatat secara internal oleh Arfadia. Perusahaan tidak merinci nilai kontrak maupun tingkat konversi dari prospek tersebut.

Dari Kecemasan Menjadi Model Bisnis Baru

Ketika ChatGPT ramai disambut sebagai hiburan pada akhir 2022, pendiri dan CEO Arfadia Tessar Napitupulu membaca sinyal berbeda. Dari sejumlah pengujian, ia menyimpulkan orang mulai meminta AI melakukan riset lalu memberi kesimpulan.

Perubahan perilaku itu mengancam bisnis yang selama ini bertumpu pada pencarian Google. Jumlah klien Arfadia menurun seiring popularitas ChatGPT memuncak.

"Dulu, memilih agensi itu perjalanan panjang yang berjenjang. Sekarang riset awalnya sudah dikerjakan AI, sehingga ketika calon klien menghubungi kami, mereka sudah mengenal kami sebelum kami berbicara apa pun," tutur Tessar.

GEO, Layanan agar Merek Dikutip Mesin AI

Pada 2023, Arfadia mulai menawarkan generative engine optimization (GEO). Layanan itu dirancang agar sebuah merek ditemukan, dikutip, dan direkomendasikan oleh ChatGPT, Gemini, Perplexity, Claude, hingga Grok.

Riset di balik layanan tersebut berlangsung lebih dari setahun. Hasilnya dituangkan dalam dua buku: Found Before They Search: The Indonesia Digital Playbook for SEO, GEO, and AI Search (27 bab) dan Cited or Silent: The Definitive GEO, AEO & AI Visibility Playbook (91 bab). Edisi bahasa Indonesia buku kedua terbit pada Juni 2026.

Salah satu kerangka dalam buku membagi perjalanan konten menjadi empat gerbang sebelum dikutip AI: dapat dirayapi (crawlable), terindeks, relevan dengan pertanyaan, dan lolos seleksi akhir.

Dari luar, kegagalan di tahap mana pun terlihat sama: merek tidak muncul dalam jawaban AI. Gerbang pertama, misalnya, menentukan apakah mesin dapat mengakses dan membaca halaman situs.

Arfadia juga menerbitkan tiga laporan riset terbuka dengan DOI terdaftar di Zenodo, yakni State of SEO in Indonesia 2026, AI Citation Rate Report 2026, dan Indonesia Digital Marketing Benchmark 2026.

Titik Terendah dan Meja Makan Ibu

Langkah ke GEO tidak datang dari posisi nyaman. Tessar sempat terseret masalah pada salah satu proyek besar yang membuat modal perusahaan tergerus. Tagihan dan tuntutan datang bersamaan.

"Semuanya datang serentak, seakan hidup menguji seberapa kuat saya bisa berdiri. Saya nyaris putus asa, karena bebannya terlalu berat untuk dipikul sendiri," ujarnya.

Berbulan-bulan ia menuntaskan kewajiban dengan melepas aset satu per satu. Pengalaman itu mengubah caranya menyaring proyek dan menilai klien sebelum menerima pekerjaan.

"Iman saya kepada Tuhan menjadi pegangan saya, dan rumah ibu menjadi tempat saya memulai lagi. Dari meja makan di rumah beliau, saya perlahan membangun kembali usaha dan hidup saya," kata Tessar.

Yang Harus Dicek Pemilik Usaha Sekarang

Bagi pelaku bisnis, perubahan ini memunculkan dua pertanyaan. Pertama, apakah merek mereka muncul saat calon pelanggan bertanya ke asisten AI. Kedua, siapa yang punya rekam jejak membantu mereka tampil di respons AI.

Menurut Tessar, mengecek posisi merek di Google dan TikTok tidak lagi cukup. Jika pesaing disebut AI sementara bisnis sendiri tidak, ada yang perlu dibenahi.

"Apakah informasi tentang usaha kita sulit ditemukan, keunggulannya tidak jelas, atau belum ada cukup sumber yang mendukung reputasinya? Dari situ baru kita tahu apa yang perlu dibenahi," katanya.

Di luar urusan bisnis, Tessar tercatat tergabung dalam Forbes Agency Council dan masuk daftar Top 10 Leaders in Advertising Services in Indonesia 2023 versi CEO Insights Asia.

Reporter: Amrizal Halim
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top